<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>8 M Masuk Penyelidikan Aparat Hukum &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/8-m-masuk-penyelidikan-aparat-hukum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Nov 2025 02:01:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>8 M Masuk Penyelidikan Aparat Hukum &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dugaan Korupsi Oelbitneno: Proyek 6,8 M Masuk Penyelidikan Aparat Hukum, Poltek dan APIP Mendalami Kerugian Negara</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/dugaan-korupsi-oelbitneno-proyek-68-m-masuk-penyelidikan-aparat-hukum-poltek-dan-apip-mendalami-kerugian-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 06:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[8 M Masuk Penyelidikan Aparat Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[AKBP Rudy Junus Jacob Ledoh]]></category>
		<category><![CDATA[Asten Bait]]></category>
		<category><![CDATA[CV Adisty Indah senilai Rp 6]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Korupsi Oelbitneno: Proyek 6]]></category>
		<category><![CDATA[Ipda Lalu Randy Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF)]]></category>
		<category><![CDATA[melalui Kasi Humas Polres Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Poltek dan APIP Mendalami Kerugian Negara]]></category>
		<category><![CDATA[S.I.K.]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2072</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, &#8211; Tahun 2021, pemerintah Kabupaten Kupang mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp.6,8&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Kupang</strong>, &#8211; Tahun 2021, pemerintah Kabupaten Kupang mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp.6,8 miliar untuk pembangunan jalan di Desa Oelbitneno, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini dikerjakan oleh CV Adisty Indah dengan harapan membuka akses transportasi dan meningkatkan mobilitas warga pedalaman Fatuleu. Namun, alih-alih membawa manfaat, proyek tersebut kini menjadi sorotan karena dugaan adanya praktik korupsi.</p>
<p><strong>Kualitas Jalan Dipertanyakan</strong></p>
<p>Sejak awal, masyarakat menyoroti kualitas pengerjaan yang dinilai jauh dari standar. Jalan yang baru selesai dibangun sudah menunjukkan kerusakan, bahkan di beberapa titik aspal mengelupas. Ketua Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF), Asten Bait, menyuarakan kekecewaan masyarakat,</p>
<p>“Konstruksi jalan buruk sekali. Masyarakat merasa dirugikan karena proyek miliaran rupiah ini tidak memberikan manfaat sebagaimana mestinya.”</p>
<p><strong>Proses Hukum</strong></p>
<p>Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledoh, S.I.K,SH, melalui Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah masuk tahap penyelidikan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2077" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG_20251121_143255.jpg" alt="" width="650" height="746" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kasus dugaan korupsi jalan Oelbitneno telah sampai pada tahap lidik. Penyidik Tipikor Polres Kupang sudah memeriksa sembilan saksi serta seorang ahli dari Politeknik Negeri Kupang,” jelas Ipda Randy.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
