<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahli hukum pidana Mikhael Feka &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/ahli-hukum-pidana-mikhael-feka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Nov 2025 02:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Ahli hukum pidana Mikhael Feka &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Kupang, Ahli Hukum Minta Kejari Tidak Tebang Pilih</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/dugaan-korupsi-proyek-di-kabupaten-kupang-ahli-hukum-minta-kejari-tidak-tebang-pilih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 11:56:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[8 miliar pada tahun 2021 di Desa Oelbitneno]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Minta Kejari Tidak Tebang Pilih]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli hukum pidana Mikhael Feka]]></category>
		<category><![CDATA[CV Adisty Indah senilai Rp 6]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang yang telah dilaporkan Mahasiswa kepada Kejari Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Fatuleu Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[laporan tersebut memiliki dasar kuat untuk ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang.]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2069</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, &#8211; Laporan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF) terkait Kasus&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Kupang</strong>, &#8211; Laporan mahasiswa yang tergabung dalam <strong>Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu</strong> (<strong>IKIF</strong>) terkait <strong>Kasus dugaan korupsi sejumlah proyek pemerintah di Kabupaten Kupang mendapat sorotan dari kalangan akademisi hukum. Ahli hukum pidana Mikhael Feka, SH, MH</strong> menilai <strong>laporan tersebut memiliki dasar kuat untuk ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri</strong> (Kejari) Kupang.</p>
<p>“Laporan mahasiswa memiliki dasar untuk meminta agar Kejari Kupang tidak melakukan tebang pilih dalam penanganan dugaan korupsi, terutama ketika terdapat proyek-proyek pemerintah bernilai besar dalam jumlah miliaran rupiah namun hasilnya diduga tidak sesuai spesifikasi,” ujar Mikhael Feka, Kamis (20/11). Lewat Pesan WhatsApp kepada media www Timor-raya.com.</p>
<p>Dalam perspektif hukum pidana, Feka mencontohkan proyek pembangunan jalan yang dikerjakan <strong>CV Adisty Indah</strong> senilai Rp 6,8 miliar pada tahun 2021 <strong>di Desa Oelbitneno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang</strong> yang telah dilaporkan Mahasiswa kepada Kejari Kupang di Oelamasi. Jika benar proyek tersebut menghasilkan pekerjaan asal jadi, maka laporan masyarakat wajib ditindaklanjuti melalui penyelidikan awal.</p>
<p>“Hal itu berpotensi memenuhi unsur Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor terkait kerugian keuangan negara,” jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
