<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Air Gratis dari Langit &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/air-gratis-dari-langit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jan 2026 09:54:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Air Gratis dari Langit &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Air Gratis dari Langit, Hilang di Pipa Pemerintah</title>
		<link>https://timor-raya.com/opini/air-gratis-dari-langit-hilang-di-pipa-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 09:54:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Air Gratis dari Langit]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang di Pipa Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2851</guid>

					<description><![CDATA[Puisi Editorial Timor Raya Di Kota Kupang, tanah retak menunggu jawaban, 482 ribu jiwa menatap&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Puisi Editorial Timor Raya</strong></p>
<p><strong>Di Kota Kupang, tanah retak menunggu jawaban,</strong><br />
482 ribu jiwa menatap langit dengan dahaga.<br />
Sejak 1999, janji berganti wajah,<br />
Namun tempayan rakyat tetap kosong,<br />
Hanya menampung harapan yang tak pernah penuh.</p>
<p>Air adalah hak, bukan sekadar janji,<br />
<strong>Ia turun gratis dari Tuhan, </strong><br />
<strong>Mengalir jernih dari awan ke bumi,</strong><br />
Namun tersendat di pipa berkarat birokrasi,<br />
Tertahan di meja rapat, hilang di anggaran.</p>
<p><strong>Gubernur, Walikota, dengarlah suara tempayan kosong,</strong><br />
Dengarlah anak-anak yang tumbuh dengan dahaga,<br />
<strong>Dengarlah ibu-ibu yang menimba harapan dari sumur kering.</strong><br />
Air bukan sekadar kebutuhan,<br />
Ia adalah kehidupan, keadilan, dan martabat.</p>
<p><strong>Kami, Redaksi Timor Raya, menulis bukan untuk indah kata</strong>,<br />
Melainkan untuk <strong>mengetuk hati pemimpin</strong>,<br />
Agar air bersih tidak lagi menjadi barang langka,<br />
<strong>Agar tempayan rakyat Kupang terisi penuh, </strong><br />
<strong>Seperti janji Tuhan yang memberi tanpa syarat</strong>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
