<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bayang-Bayang Pembatalan &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/bayang-bayang-pembatalan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jan 2026 12:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Bayang-Bayang Pembatalan &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SK Tak Kunjung Dibagikan, Ribuan Pejabat Kabupaten Kupang di Ujung Ketidakpastian</title>
		<link>https://timor-raya.com/sosial-budaya/sk-tak-kunjung-dibagikan-ribuan-pejabat-di-ujung-ketidakpastian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 11:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bayang-Bayang Pembatalan]]></category>
		<category><![CDATA[BKN. UU ASN No. 20/2023]]></category>
		<category><![CDATA[dengan kisah Rudi di Buton Selatan sebagai cermin nyata]]></category>
		<category><![CDATA[hingga SE BKN No. 7/2024]]></category>
		<category><![CDATA[Janji yang Belum Terpenuhi]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal yang Tak Pernah Berlabuh]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BKPSDM Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Rudi: Cermin dari Buton Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu yang Padam di Tengah Panggung]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran untuk Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantikan massal di Kupang kini disorot. Janji SK yang tertunda menimbulkan bayang-bayang pembatalan]]></category>
		<category><![CDATA[Perpres 91/2024]]></category>
		<category><![CDATA[Ribuan Pejabat di Ujung Ketidakpastian]]></category>
		<category><![CDATA[Semuel Tinenti]]></category>
		<category><![CDATA[SK Tak Kunjung Dibagikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2582</guid>

					<description><![CDATA[Editorial: RedaksiTimor Raya Pelantikan massal di Kabupaten Kupang kini disorot. Janji SK yang tertunda menimbulkan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Editorial: RedaksiTimor Raya</strong></p>
<p><em><strong>Pelantikan massal di Kabupaten Kupang kini disorot. Janji SK yang tertunda menimbulkan bayang-bayang pembatalan, dengan kisah Rudi di Buton Selatan sebagai cermin nyata</strong></em>.</p>
<p><strong>Lampu yang Padam di Tengah Panggung</strong></p>
<p>Seperti sebuah panggung besar yang sudah dipenuhi aktor, musik pengiring sudah dimainkan, dan penonton menunggu cerita dimulai—tiba-tiba lampu sorot padam. <strong>Begitulah suasana yang kini dirasakan ribuan pejabat di Kabupaten Kupang</strong>. Mereka sudah dilantik, sudah berdiri di depan publik, sudah mengucap sumpah jabatan. Namun, SK yang menjadi dasar legitimasi tak kunjung dibagikan. Tanpa SK, panggung pengabdian itu terasa gelap, penuh ketidakpastian.</p>
<p><strong>Janji yang Belum Terpenuhi</strong></p>
<p><strong>Kepala BKPSDM Kabupaten Kupang, Semuel Tinenti,</strong> berjanji bahwa mulai 5 Januari 2026 SK Pertek BKN untuk 1.041 pejabat struktural dan fungsional akan dibagikan. Namun hingga kini, janji itu belum terealisasi. Publik pun bertanya-tanya: apakah pelantikan massal pada 30 Desember 2025 benar-benar sah, atau ada celah prosedural yang terlewat?</p>
<p><strong>Bayang-Bayang Pembatalan</strong></p>
<p>Regulasi jelas menyebutkan bahwa mutasi ASN harus berbasis sistem merit dan wajib memperoleh Persetujuan Teknis (Pertek) dari <strong>BKN. UU ASN No. 20/2023, Perpres 91/2024, hingga SE BKN No. 7/2024</strong> menegaskan bahwa SK tanpa Pertek dinyatakan tidak sah. Artinya, jika terbukti ada pelanggaran prosedural, pelantikan massal di Kupang berpotensi dibatalkan oleh BKN.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
