<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Deasy Ballo &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/deasy-ballo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jan 2026 17:14:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Deasy Ballo &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DPC PDI Perjuangan, PPPK Selamat dari Turbulensi Defisit 319 M: Bupati Yosef Lede Pilih Jalur Bijak</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/dpc-pdi-perjuangan-pppk-selamat-dari-turbulensi-defisit-319-m-bupati-yosef-lede-pilih-jalur-bijak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 02:22:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Apresiasi DPC PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Apresiasi Keputusan Bupati Kupang Yosef Lede Sebagai Komitmen Menjaga Kesejahteraan Aparatur tanpa Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo]]></category>
		<category><![CDATA[DPC PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[PPPK Selamat dari Turbulensi Defisit 319 M: Bupati Yosef Lede Pilih Jalur Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati PPPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2933</guid>

					<description><![CDATA[Deasy Ballo, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kupang, Apresiasi Keputusan Bupati Kupang Yosef Lede&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Deasy Ballo, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kupang, Apresiasi Keputusan Bupati Kupang Yosef Lede Sebagai Komitmen Menjaga Kesejahteraan Aparatur tanpa Diskriminasi</strong></em></p>
<p>Kabupaten Kupang- NTT, &#8212; Seperti pesawat yang sempat diguncang kabar turbulensi, Pemerintah Kabupaten Kupang akhirnya memilih jalur aman untuk mendaratkan kebijakan fiskalnya. Keputusan Bupati Yosef Lede untuk tidak memotong gaji PPPK sebesar 50% menjadi sinyal bahwa pilot pesawat bernama “APBD Kabupaten Kupang” berkomitmen menjaga keselamatan penumpang, yakni ribuan tenaga PPPK yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik.</p>
<p><strong>Apresiasi DPC PDI Perjuangan</strong></p>
<p><strong>Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Deasy Ballo,</strong> menyampaikan apresiasi atas langkah bijak tersebut. Dalam siaran pers resmi kepada media Timor Raya, Deasy Ballo menegaskan:</p>
<p>“Kami dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang dengan tulus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Kupang Bapak Yosef Lede atas keputusan yang sangat bijak untuk tidak memotong gaji PPPK sebesar 50% seperti yang pernah diinformasikan sebelumnya di beberapa media pilih potong 50 persen atau dirumahkan.”</p>
<p>Menurutnya, keputusan ini bukan sekadar solusi sesaat, melainkan bentuk penghargaan terhadap dedikasi PPPK yang telah melalui seleksi ketat dan bekerja sejajar dengan PNS.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Yosef Lede Janji Sejahtera Berbalik Cemas: PPPK Kabupaten Kupang Terjerat Pinjaman Bank</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/bupati-yosef-lede-janji-sejahtera-berbalik-cemas-pppk-kabupaten-kupang-terjerat-pinjaman-bank/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 15:34:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yosef Lede Janji Sejahtera Berbalik Cemas: PPPK Kabupaten Kupang Terjerat Pinjaman Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo ingatkan janji Bupati bahwa SK PPPK adalah simbol kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang di bawah pimpinan Yosef Lede dan Aurum Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[namun wacana pemotongan gaji justru menambah beban pegawai yang telah meminjam di Bank NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2914</guid>

					<description><![CDATA[Deasy Ballo ingatkan janji Bupati bahwa SK PPPK adalah simbol kesejahteraan, namun wacana pemotongan gaji&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Deasy Ballo ingatkan janji Bupati bahwa SK PPPK adalah simbol kesejahteraan, namun wacana pemotongan gaji justru menambah beban pegawai yang telah meminjam di Bank NTT.</strong></em></p>
<p><strong>Kabupaten Kupang, NTT — Seperti rumah yang baru saja selesai dibangun dengan penuh harapan, para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kupang kini merasakan getaran yang bisa meretakkan fondasi</strong>. Harapan yang dulu <strong>ditanam lewat penandatanganan Surat Keputusan (SK) PPPK oleh Bupati  Kabupaten Kupang Yosef Lede, kini berubah menjadi kekhawatiran akibat wacana pemotongan gaji sebesar 50 persen</strong>.</p>
<p><strong>Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Deasy Ballo</strong>, mengingatkan janji Bupati saat penandatanganan SK PPPK beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Pak Bupati sendiri yang mengatakan bahwa <strong>SK PPPK</strong> adalah simbol peningkatan kesejahteraan, bahkan bisa dijadikan jaminan untuk pinjaman bank. Pernyataan itu mendorong sekitar 85 persen <strong>PPPK</strong> mengambil kredit, terutama di <strong>Bank NTT.</strong> Kalau gaji mereka dipotong, bagaimana mereka bisa bertahan?” ungkapnya.</p>
<p><strong>Video penandatanganan SK yang sempat viral di media sosial</strong> <strong>memperlihatkan Bupati dengan penuh sukacita menyampaikan harapan besar. “</strong>Dengan SK ini ada peningkatan kesejahteraan. Gaji PPPK dan SK bisa menjadi jaminan untuk membangun rumah atau modal usaha,” kata Yosef Lede kala itu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deasy Ballo,Tanpa kompas Pertek dan layar digital I-MUT, pelantikan ASN bisa tersesat di arus birokrasi dan karam di BKN</title>
		<link>https://timor-raya.com/teknologi/deasy-ballotanpa-kompas-pertek-dan-layar-digital-i-mut-pelantikan-asn-bisa-tersesat-di-arus-birokrasi-dan-karam-di-bkn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 09:54:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[-- Seperti menakhodai kapal besar di tengah arus birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota DPRD Kabupaten Kupang Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[bahkan berisiko dibatalkan.”]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan baru bisa cacat hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Keduanya saling terkait dalam simpul navigasi pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Melantik pejabat tanpa Pertek dan I-MUT ibarat menurunkan jangkar di perairan tanpa peta.]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan pejabat eselon dan fungsional di Kabupaten Kupang bukan sekadar seremoni pengangkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertimbangan Teknis (Pertek) BKN dan Aplikasi I-MUT hadir sebagai instrumen vital.]]></category>
		<category><![CDATA[Tanpa Pertek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2534</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, &#8212; Seperti menakhodai kapal besar di tengah arus birokrasi, pelantikan pejabat eselon dan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Kupang</strong>, &#8212; <strong>Seperti menakhodai kapal besar di tengah arus birokrasi, pelantikan pejabat eselon dan fungsional di Kabupaten Kupang bukan sekadar seremoni pengangkatan</strong>. Ia adalah pelayaran panjang yang menuntut ketepatan arah, kejelasan kompas, dan layar yang mampu menangkap angin regulasi. Tanpa navigasi yang sah, kapal birokrasi bisa tersesat, bahkan karam di tengah Pembatalan pelantikan oleh BKN</p>
<p><strong>Di sinilah Pertimbangan Teknis (Pertek) BKN dan Aplikasi I-MUT hadir sebagai instrumen vital.</strong></p>
<p><strong>Anggota DPRD Kabupaten Kupang Kupang, Deasy Ballo, menegaskan</strong>:</p>
<p>“Pertek BKN adalah kompas legalitas. Ia memastikan setiap dokumen kepegawaian—pengangkatan, pemindahan, hingga kenaikan pangkat—telah diverifikasi dan sah. <strong>Tanpa Pertek, jabatan baru bisa cacat hukum, bahkan berisiko dibatalkan</strong>.”</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan peran aplikasi digital:<br />
“Kalau Pertek adalah kompas, maka I-MUT adalah layar digital yang mempercepat pelayaran. Melalui I-MUT, pengusulan Pertek dilakukan lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Aplikasi ini juga memberi perlindungan hukum bagi PPK, karena setiap keputusan pelantikan sudah melalui prosedur sah.”</p>
<p><strong>Keduanya saling terkait dalam simpul navigasi pelantikan</strong>:<br />
1. Instansi daerah mengusulkan data pejabat melalui I-MUT.<br />
2. BKN memproses dan menerbitkan Pertek sebagai persetujuan teknis.<br />
3. Setelah Pertek terbit, barulah pelantikan dapat dilaksanakan secara sah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polemik Kata “WAJIB” di Kabupaten Kupang, Antara Semangat Natal dan Otonomi Gereja</title>
		<link>https://timor-raya.com/sosial-budaya/polemik-kata-wajib-di-kabupaten-kupang-antara-semangat-natal-dan-otonomi-gereja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 23:08:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Antara Dorongan dan Pemaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[Antara Semangat Natal dan Otonomi Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang- NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPC Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik GAMKI: “Seakan Gereja Bawahan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Latar Sejarah: Hubungan Pemkab Kupang dan Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Kata “WAJIB” di Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[S.H]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Resmi Pemerintah Kabupaten Kupang Memantik Kritik Gamki: Suka Cita Natal seharusnya Lahir dari Kerelaan Bukan Kewajiban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2224</guid>

					<description><![CDATA[Surat Resmi Pemerintah Kabupaten Kupang Memantik Kritik Gamki: Suka Cita Natal seharusnya Lahir dari Kerelaan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Surat Resmi Pemerintah Kabupaten Kupang Memantik Kritik Gamki: Suka Cita Natal seharusnya Lahir dari Kerelaan Bukan Kewajiban</strong></em></p>
<p><strong>Kabupaten Kupang- NTT,</strong> — Natal biasanya menjadi momen penuh sukacita. Pohon terang berdiri di sudut-sudut kota, hiasan berkilau menyemarakkan suasana, dan jemaat sibuk menyiapkan ibadah. Namun di Kabupaten Kupang, sebuah kata dalam surat resmi pemerintah justru menimbulkan riak yang tak biasa: “WAJIB.”</p>
<p><strong>Surat Bupati Kupang</strong> bernomor BU.450/4374/KESRA/XI/2025, yang ditujukan kepada gereja dan kapela se-Kabupaten Kupang, menyatakan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti Lomba Hias Pohon Natal. Surat itu ditandatangani langsung oleh Bupati dan disampaikan sebagai bagian dari rangkaian menyambut Natal 2025.</p>
<p>Bagi pemerintah, lomba ini adalah ajang kebersamaan. Tetapi bagi <strong>Deasy Ballo, S.H, Ketua DPC Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kupang</strong>, kata “wajib” justru mencerminkan sikap yang tidak menghargai otonomi lembaga keagamaan.</p>
<p><strong>Kritik GAMKI: “Seakan Gereja Bawahan Pemerintah</strong>”</p>
<p>“Di satu sisi pemerintah mengatakan menghargai lembaga keagamaan, tapi kata wajib itu mencerminkan seakan-akan pemerintah berdiri di atas lembaga keagamaan,” ujar Deasy, Jumat (5/12/2025).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
