<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Di Mana Penjaga Gerbang Saat MTN Bodong Lolos &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/di-mana-penjaga-gerbang-saat-mtn-bodong-lolos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2025 17:19:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Di Mana Penjaga Gerbang Saat MTN Bodong Lolos &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Mana Penjaga Gerbang Saat MTN Bodong Lolos</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/di-mana-penjaga-gerbang-saat-mtn-bodong-lolos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 17:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Di Mana Penjaga Gerbang Saat MTN Bodong Lolos]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Kepatuhan Bank NTT disorot dalam pusaran kasus Tipikor Rp 50 miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Fungsi Vital Direktur Kepatuhan]]></category>
		<category><![CDATA[ketika fungsi pengawasan internal gagal menyaring investasi berisiko tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2321</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Direktur Kepatuhan Bank NTT disorot dalam pusaran kasus Tipikor Rp 50 miliar, ketika fungsi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Direktur Kepatuhan Bank NTT disorot dalam pusaran kasus Tipikor Rp 50 miliar, ketika fungsi pengawasan internal gagal menyaring investasi berisiko tinggi</strong></em></p>
<p>Kupang, 12 Desember 2025 – Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bank NTT terkait pembelian produk Medium Term Note (MTN) PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) senilai Rp 50 miliar pada 2018 menyeret nama mantan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. Namun sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada sang mantan Dirut, melainkan juga pada fungsi kepatuhan yang seharusnya menjadi benteng terakhir bank.</p>
<p><strong>Suasana Kota Kupang</strong><br />
Langit mendung menyelimuti Kupang ketika Kejaksaan Tinggi NTT mengumumkan penetapan tersangka. Wartawan berkerumun, kamera menyorot wajah Alex Riwu Kaho yang digiring keluar ruang Pidsus. Ia hanya berujar singkat:</p>
<p>“Proses hukum ini saya serahkan kepada tim kuasa hukum.”</p>
<p>Ketika ditanya soal perasaan, Alex menambahkan:</p>
<p>“Ini merupakan suka duka.”</p>
<p><strong>Fungsi Vital Direktur Kepatuhan</strong><br />
Menurut POJK No. 46/POJK.03/2017 dan Peraturan BI No. 13/2/PBI/2011, direktur kepatuhan memiliki tugas strategis:<br />
&#8211; Menetapkan kebijakan kepatuhan agar seluruh kegiatan bank sesuai aturan OJK/BI.<br />
&#8211; Mengawasi risiko kepatuhan dari setiap aktivitas, termasuk investasi.<br />
&#8211; Memberi rekomendasi atau peringatan bila ada transaksi berpotensi melanggar prinsip kehati-hatian.<br />
&#8211; Melaporkan pelanggaran serius langsung ke OJK bila tidak ditindaklanjuti manajemen.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
