<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dokter RA mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang sebagai tersangka &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/dokter-ra-mantan-kepala-dinas-kesehatan-kabupaten-kupang-sebagai-tersangka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Aug 2025 05:18:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>dokter RA mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang sebagai tersangka &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kajari Kupang Yupiter Selan, Enam Hari Jalankan Tugas Lansung Tetapkan dokter RA Jadi Tersangka Dana BOK TA 2021-2022</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/kajari-kupang-yupiter-selan-enam-hari-jalankan-tugas-lansung-tetapkan-dokter-ra-jadi-tersangka-dana-bok-ta-2021-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 03:23:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dokter RA mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang sebagai tersangka]]></category>
		<category><![CDATA[Enam Hari Jalankan Tugas Lansung Tetapkan dokter RA Jadi Tersangka Dana BOK TA 2021-2022]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kajari Kupang Yupiter Selan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[M. Hum]]></category>
		<category><![CDATA[sekaligus menahan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Tahun Anggaran 2021-2022]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Yopiter Selan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=1767</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, Yopiter Selan, SH,M.Hum dilantik oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Kupang, Yopiter Selan, SH,M.Hum</strong> dilantik oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi <strong>Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kupang</strong> pada Tanggal 30 Juli 2025.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1769" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250809_084855-1.jpg" alt="" width="650" height="460" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yopiter Selan sebagai Kajari, Kepada Wartawan pada hari Selasa 5/8/2025<strong> di Ruang Lobi Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang di Oelamasi secara resmi mengumumkan dan menetapkan dokter RA mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang sebagai tersangka, sekaligus menahan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Tahun Anggaran 2021-2022</strong></p>
<p>Penahanan dilakukan setelah penyidik menetapkan dokter RA sebagai tersangka karena diduga memaksa para kepala Puskesmas (Kapus) dan Bendahara Dana BOK di wilayah Kabupaten Kupang untuk menyetor sejumlah uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp.5 juta hingga Rp10 juta. Total dana yang berhasil dikumpulkan tersangka dari praktik ilegal tersebut mencapai Rp509 juta.</p>
<p>“Kejaksaan telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tersangka dengan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi atau pemerasan. Melanggar pasal 12 haruf F, 12 huruf E, atau pasal 11 UU no 20 tahun 2001 sebagaimana dirubah UU no 31 tahun 1999,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Yupiter Selan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
