<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. Johanis Tuba Helan &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/dr-johanis-tuba-helan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 00:18:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Dr. Johanis Tuba Helan &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Kupang Diminta Batalkan Mutasi, Ahli Hukum Tata Negara: Demi Selamatkan Karir 9.000 Lebih ASN PPPK</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/bupati-kupang-diminta-batalkan-mutasi-ahli-hukum-tata-negara-demi-selamatkan-karir-9-000-lebih-asn-pppk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 00:16:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[– Dalam acara Gerakan Tanam Padi Serentak se-Provinsi NTT di Desa Manusak]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Tata Negara: Demi Selamatkan Karir 9.000 Lebih ASN PPPK]]></category>
		<category><![CDATA[BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA – KANTOR REGIONAL X]]></category>
		<category><![CDATA[BKN akan menghentikan semua layanan karena terjadi pemblokiran data kepegawaian Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang Diminta Batalkan Mutasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang Yosef Lede dimintai tanggapan terkait surat dari Kepala Kantor Regional X BKN Bali Nusra.]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang- NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kupang Timur]]></category>
		<category><![CDATA[SH.MH menegaskan: “Segera batalkan supaya tidak membawa kerugian yang lebih luas bagi pejabat ASN dan PPPK. Jika tidak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3197</guid>

					<description><![CDATA[Seperti pesawat tempur BKN yang melaju senyap namun penuh presisi, pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN)&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seperti pesawat tempur BKN yang melaju senyap namun penuh presisi, pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terhadap pelantikan 1.041 pejabat ASN di Kabupaten Kupang kini menjadi sorotan publik. Surat resmi BKN tertanggal 10 Februari 2026 menegaskan agar Bupati Kupang segera menindaklanjuti rekomendasi pembatalan mutasi dalam waktu 14 hari. Jika tidak, layanan kepegawaian Kabupaten Kupang terancam dibatasi atau diblokir</strong>.</p>
<p><strong>KABUPATEN KUPANG-NTT, –</strong> <strong>Dalam acara Gerakan Tanam Padi Serentak se-Provinsi NTT di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Bupati Kupang Yosef Lede dimintai tanggapan terkait surat dari Kepala Kantor Regional X BKN Bali Nusra. Namun jawaban Bupati Yosef terkesan irit bicara.</strong><br />
“Silakan media konfirmasi langsung ke Kepala BKPSDM Kabupaten Kupang, Semuel Tinenti. Permintaan BKN itu teknis sekali,” ujar Yosef Lede singkat.</p>
<p>Jawaban ini berbeda dari gaya Bupati Kupang Yosef lede sebelumnya ketika bicara didepan awak media selalu tegas dan lugas, Namun , upaya konfirmasi ke Kepala BKPSDM ketika dihubungi lewat Telepon tidak direspons, pesan WhatsApp pun lebih tidak direspons lagi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3171" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/02/20260214_051712.jpg" alt="" width="650" height="650" srcset="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/02/20260214_051712.jpg 650w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/02/20260214_051712-60x60.jpg 60w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p><strong>BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA – KANTOR REGIONAL X</strong><br />
Nomor: 76/B-AK.02.01/SD/KR.X/2026<br />
Tanggal: 10 Februari 2026<br />
Hal: Tanggapan atas Surat Pengaduan Terkait Pelantikan Pejabat di Kabupaten Kupang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gaji 9 Ribu ASN Tertahan, Deasy Ballo-Foeh : 36 Ribu Jiwa Menunggu Keputusan Bijak dari BKN dan Bupati Kupang</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/gaji-9-ribu-asn-tertahan-deasy-ballo-foeh-36-ribu-jiwa-menunggu-keputusan-bijak-dari-bkn-dan-bupati-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 03:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Natun]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo-Foeh : 36 Ribu Jiwa Menunggu Keputusan Bijak dari BKN dan Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo: Pelantikan Tanpa Keabsahan Adalah Awal Penderitaan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji 9 Ribu ASN Tertahan]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[pada Senin (9/2) memimpin Apel Kekuatan lingkup Pemkab Kupang di Oelamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Harus Segera Bertindak]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Ahli Ahli Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Suara DPRD Ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pemerintah Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3140</guid>

					<description><![CDATA[Deasy Ballo: Pelantikan Tanpa Keabsahan Adalah Awal Penderitaan Massal, Pemerintah Harus Segera Bertindak Seperti helikopter&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Deasy Ballo: Pelantikan Tanpa Keabsahan Adalah Awal Penderitaan Massal, Pemerintah Harus Segera Bertindak</strong></em></p>
<p><strong>Seperti helikopter patroli yang berputar di atas wilayah krisis, suara dari berbagai penjuru kini mengarah ke Kabupaten Kupang. Dari ketinggian hukum, politik, dan pengawasan, sorotan tajam diarahkan pada proses pelantikan ribuan ASN yang dilakukan tanpa keabsahan administratif. Helikopter itu membawa pesan: jangan biarkan ribuan pegawai dan puluhan ribu keluarga mereka terjebak dalam turbulensi birokrasi dan penderitaan ekonomi</strong>.</p>
<p><strong>Kabupaten Kupang-NTT, &#8212; Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Deasy Ballo-Foeh, meminta Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh dan Bupati Kupang Yosef Lede untuk membatalkan pelantikan ribuan ASN yang dilakukan pada 30 Desember 2025.</strong> Ia menilai pembatalan lebih bijak daripada membiarkan ribuan pegawai dan puluhan ribu istri, suami, dan anak-anak mereka terjebak dalam ketidakpastian administrasi dan penundaan gaji.</p>
<p>“<strong>Jika 9 ribu ASN dikalikan 3—suami/istri dan dua anak—jumlahnya 27 ribu ditambah 9 Ribu jumlahnya 36 Ribu bergantung pada gaji yang kini tertahan. Ini bukan sekadar angka, ini nasib manusia,” tegas Deasy.</strong></p>
<p>Ia menambahkan, keterlambatan gaji berdampak langsung pada kehidupan rumah tangga pegawai, terutama setelah pengeluaran besar di masa Natal dan Tahun Baru. Banyak ASN kini menghadapi tekanan utang dan kebutuhan harian tanpa kepastian penghasilan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ASN-PPPK Kabupaten Kupang: Antara Hak yang Tertahan dan Disiplin yang Ditegakkan</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/asn-pppk-kabupaten-kupang-antara-hak-yang-tertahan-dan-disiplin-yang-ditegakkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 22:48:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum sebut keterlambatan gaji melanggar kemanusiaan; Deasy Ballo desak langkah korektif; Yosef Lede janji kontrol langsung kinerja pegawai.]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[ASN-PPPK Kabupaten Kupang: Antara Hak yang Tertahan dan Disiplin yang Ditegakkan]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo-Foeh]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran gaji ASN-PPPK merupakan pelanggaran hukum kepegawaian sekaligus pelanggaran kemanusiaan.]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3106</guid>

					<description><![CDATA[Ahli Hukum sebut keterlambatan gaji melanggar kemanusiaan; Deasy Ballo desak langkah korektif; Yosef Lede janji&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahli Hukum sebut keterlambatan gaji melanggar kemanusiaan; Deasy Ballo desak langkah korektif; Yosef Lede janji kontrol langsung kinerja pegawai.</strong></p>
<p><strong>Kabupaten Kupang-NTT,&#8212;-Seperti pesawat patroli udara yang terbang rendah di atas wilayah rawan, suara dari ahli hukum, politik, dan DPRD kini berputar mengawasi langit pemerintahan Kabupaten Kupang. Dari kokpit hukum tata negara, Dr. Johanis Tuba Helan mengingatkan bahwa keterlambatan gaji ASN-PPPK adalah pelanggaran hukum sekaligus kemanusiaan. Dari menara politik, Deasy Ballo mengirim sinyal tegas agar Bupati berbesar hati membatalkan pelantikan jika itu menjadi penghalang hak pegawai. Sementara radar DPRD menangkap indikasi mutasi yang tidak sesuai prosedur. Semua suara itu bergema seperti sirene peringatan di udara, menuntut Bupati Kupang segera menurunkan roda tanggung jawab dan memastikan gerbong gaji ASN-PPPK kembali mendarat di landasan kesejahteraan.</strong></p>
<p><strong>Suara Ahli</strong></p>
<p><strong>Ahli Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana, Dr. Johanis Tuba Helan, SH, MH</strong>, menegaskan bahwa <strong>keterlambatan pembayaran gaji ASN-PPPK merupakan pelanggaran hukum kepegawaian sekaligus pelanggaran kemanusiaan.</strong> Menurutnya, gaji adalah imbalan atas pelaksanaan tugas kedinasan yang wajib dibayarkan tepat waktu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Runway Mutasi Birokrasi Kabupaten Kupang: Ribuan ASN Terancam Pendaratan Keras</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/runway-mutasi-birokrasi-kabupaten-kupang-ribuan-asn-terancam-pendaratan-keras/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 22:19:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli hukum tata negara Uncen mendesak BKN menelusuri pelantikan ASN Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi Ahli hukum tata negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Kepegawaian Negara (BKN) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh]]></category>
		<category><![CDATA[bahan bakar cukup]]></category>
		<category><![CDATA[dan jalur penerbangan sesuai prosedur.]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[harapan publik adalah agar BKN mampu menjadi menara kontrol yang memastikan penerbangan birokrasi di Kabupaten Kupang berjalan sesuai jalur hukum.]]></category>
		<category><![CDATA[mengingat preseden pembatalan di Buton Selatan.]]></category>
		<category><![CDATA[Runway Mutasi Birokrasi Kabupaten Kupang: Ribuan ASN Terancam Pendaratan Keras]]></category>
		<category><![CDATA[Seperti pesawat yang kembali mendarat dengan selamat setelah melewati turbulensi]]></category>
		<category><![CDATA[Seperti sebuah pesawat yang hendak lepas landas. Pilot harus memastikan seluruh instrumen berfungsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2854</guid>

					<description><![CDATA[Ahli hukum tata negara Uncen mendesak BKN menelusuri pelantikan ASN Kabupaten Kupang, mengingat preseden pembatalan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahli hukum tata negara Uncen mendesak BKN menelusuri pelantikan ASN Kabupaten Kupang, mengingat preseden pembatalan di Buton Selatan</strong>.</p>
<p><strong>Seperti sebuah pesawat yang hendak lepas landas. Pilot harus memastikan seluruh instrumen berfungsi, bahan bakar cukup, dan jalur penerbangan sesuai prosedur.</strong></p>
<p><strong> Jika ada satu saja yang diabaikan, bukan hanya pesawat yang terancam, tetapi seluruh penumpang di dalamnya. Begitu pula dengan pelantikan ribuan pejabat ASN di Kabupaten Kupang oleh Bupati Yosep Lede: sebuah penerbangan besar yang harus tunduk pada aturan penerbangan bernama NSPK manajemen ASN.</strong></p>
<p><strong>Permintaan Tegas dari Akademisi</strong><br />
<strong>Ahli hukum tata negara Universitas Nusa Cendana, Dr. Johanis Tuba Helan, menegaskan agar Badan Kepegawaian Negara (BKN) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh benar-benar menelusuri pelantikan tersebut. Menurutnya, jika ditemukan pelanggaran terhadap Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), maka BKN wajib melakukan koreksi dan pembinaan sesuai regulasi yang berlaku</strong>.</p>
<p>“ASN di Kabupaten Kupang memiliki hak yang sama dengan ASN di daerah lain. Jika di Buton Selatan BKN berani membatalkan pelantikan karena melanggar NSPK, maka prinsip itu harus berlaku di Kabupaten Kupang,” tegas Johanis.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ahli Hukum Tata Negara: Pejabat Lama Tanpa SK Pemberhentian Tidak Boleh Lepas Jabatan, Apakah Sistem Digitalisasi BKN Berlaku untuk Kabupaten Kupang Juga?</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/ahli-hukum-tata-negara-pejabat-lama-tanpa-sk-pemberhentian-tidak-boleh-lepas-jabatan-apakah-sistem-digitalisasi-bkn-berlaku-untuk-kabupaten-kupang-juga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 07:10:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Tata Negara: Pejabat Lama Tanpa SK Pemberhentian Tidak Boleh Lepas Jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[Apakah Sistem Digitalisasi BKN Berlaku untuk Kabupaten Kupang Juga]]></category>
		<category><![CDATA[dan SIMPEGNAS]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan Ahli hukum tata negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[E-Kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[I-Mut]]></category>
		<category><![CDATA[MyASN]]></category>
		<category><![CDATA[Q]]></category>
		<category><![CDATA[SIASN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2774</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, &#8211;Bayangkan sebuah kapal besar yang berlayar di laut lepas. Setiap nakhoda dan awak&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Kupang, &#8211;Bayangkan sebuah kapal besar yang berlayar di laut lepas. Setiap nakhoda dan awak memiliki tugas yang jelas, dengan surat perintah resmi sebagai kompas. Tanpa kompas itu, kapal bisa kehilangan arah, menimbulkan kebingungan di antara awak, bahkan berisiko karam. Begitu pula dengan jabatan ASN: SK pengangkatan adalah kompas, dan SK pemberhentian adalah tanda resmi pergantian arah. Tanpa SK pemberhentian, jabatan lama tetap sah, dan pelantikan baru ibarat kapal yang berlayar tanpa membongkar jangkar</strong>.</p>
<p><strong>Mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kupang kembali menjadi sorotan publik</strong>. Di tengah janji negara menghadirkan sistem digitalisasi kepegawaian melalui aplikasi <em><strong>I-Mut, E-Kinerja, MyASN, SIASN, dan SIMPEGNAS</strong></em>, praktik di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar. Apakah sistem digital BKN benar-benar berlaku di Kupang, atau masih ada ruang abu-abu yang membuka peluang pelanggaran hukum administrasi?</p>
<p><strong>Dr. Johanis Tuba Helan</strong><br />
<strong>Ahli hukum tata negara Universitas Nusa Cendana, Dr. Johanis Tuba Helan</strong>, menegaskan:</p>
<p>“<em><strong>Tanpa SK pemberhentian dari Bupati Kupang, maka Kepala Pejabat yang lama tidak boleh lepas jabatan melalui serah terima jabatan. SK pengangkatan sebelumnya masih tetap berlaku. Pengangkatan dilakukan dengan SK, maka pemberhentian pun harus dengan SK pemberhentian.”</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelayanan Publik di Kabupaten Kupang Buruk Kategori D, Saatnya Rakyat Tentukan Sikap kepada Pemimpinnya</title>
		<link>https://timor-raya.com/politik/pelayanan-publik-di-kabupaten-kupang-memburuk-saatnya-rakyat-mengadili-pemimpinnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 00:57:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[meminta rakyat Kabupaten Kupang bersama DPRD Kabupaten untuk menentukan Sikap kepada Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Merosotnya skor IPP Kabupaten Kupang dari kategori C ke D memicu seruan Dr. Johanis Tuba Helan agar rakyat bersama DPRD Menentukan Sikap kepada Bupati dan Wakil Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana)]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik di Kabupaten Kupang Memburuk]]></category>
		<category><![CDATA[Saatnya Rakyat Tentukan Sikap kepada Pemimpinnya]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan Pakar Hukum Tata Negara Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2654</guid>

					<description><![CDATA[Merosotnya skor IPP Kabupaten Kupang dari kategori C ke D memicu seruan Dr. Johanis Tuba&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Merosotnya skor IPP Kabupaten Kupang dari kategori C ke D memicu seruan Dr. Johanis Tuba Helan agar rakyat bersama DPRD Menentukan Sikap kepada Bupati dan Wakil Bupati</strong></em>.</p>
<p>Seperti jembatan yang retak di tengah arus deras, <strong>pelayanan publik Kabupaten Kupang perlahan kehilangan pijakan. Tahun lalu jembatan itu masih mampu menahan beban dengan kategori C, namun kini retakan semakin melebar hingga roboh ke kategori D. Pertanyaannya: apakah rakyat hanya akan menonton reruntuhan itu, atau bangkit untuk mengadili para pemimpin yang lalai memperbaiki fondasi?</strong></p>
<p><em><strong>Sorotan Pakar Hukum Tata Negara</strong></em><br />
<em><strong>Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. Johanis Tuba Helan, meminta rakyat Kabupaten Kupang bersama DPRD Kabupaten untuk menentukan Sikap kepada Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki.</strong></em></p>
<p>“Dianutnya sistem demokrasi, maka pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Pelayanan yang baik adalah hak masyarakat dan menjadi kewajiban pemerintah. Jika pemerintah gagal, maka ia telah gagal menjalankan pemerintahan, dan rakyat berhak memberikan sanksi politis,” <strong>tegas Dr. Johanis Tuba Helan melalui pesan WhatsApp kepada Timor Raya, 11 Januari 2026.</strong></p>
<p>Data Evaluasi KemenPAN-RB RI yakni hasil pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Kupang berdasarkan Keputusan NenPAN RB RI Nomor 3 Tahun 2026:<br />
&#8211; Peringkat Nasional: 374 dari 415 kabupaten<br />
&#8211; Skor IPP: 1,97 (Kategori D – Buruk)<br />
&#8211; Peringkat Provinsi NTT: 20 dari 21 kabupaten<br />
&#8211; Perbandingan Tahun 2024: Skor 2,66 (Kategori C)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
