<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hagia Sophia &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/hagia-sophia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2025 16:38:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Hagia Sophia &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menyusuri Jejak Iman, Wisata Rohani FKUB Kupang ke Turki dan Roma</title>
		<link>https://timor-raya.com/sosial-budaya/menyusuri-jejak-iman-wisata-rohani-fkub-kupang-ke-turki-dan-roma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 04:34:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan Pemerintah: Wujud Visi RPJMD]]></category>
		<category><![CDATA[Hagia Sophia]]></category>
		<category><![CDATA[Istanbul: Simbol Peradaban Lintas Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Biru (Blue Mosque)]]></category>
		<category><![CDATA[Melainkan Pesan Iman yang Hidup dan Membawa Manfaat Berlapis bagi Peserta serta Umat yang Mereka Pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Menyusuri Jejak Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Multi Efek: Dari Peserta ke Jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Wisata Rohani  ke Turki dan Roma Bukan Sekedar Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta Tour Wisata Rohani harus berterima kasih kepada Bupati Yos Lelede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Roma Vatikan: Pusat Spiritualitas Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Rohani FKUB Kupang ke Turki dan Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2151</guid>

					<description><![CDATA[Editorial www.timor-raya.com Perjalanan Wisata Rohani  ke Turki dan Roma Bukan Sekedar Wisata, Melainkan Pesan Iman&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Editorial www.timor-raya.com</strong></p>
<p><strong><em>Perjalanan Wisata Rohani  ke Turki dan Roma Bukan Sekedar Wisata,</em></strong><em> Melai</em><em>nkan</em><strong><em> Pesan Iman yang Hidup dan Membawa Manfaat Berlapis bagi Peserta serta Umat yang Mereka Pimpin</em></strong></p>
<p>Ada momen ketika perjalanan Wisata Rohani <strong>FKUB Kabupaten Kupang ke Turki dan Roma itu bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, melainkan sebuah ziarah batin.</strong> Itulah yang dirasakan oleh rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kupang saat menapaki jejak sejarah di Turki dan Roma.</p>
<p>Perjalanan wisata rohani ini menjadi lebih dari sekadar agenda resmi; ia menjelma menjadi pengalaman spiritual yang sarat makna, membawa pulang pesan iman dan kerukunan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama di Kabupaten Kupang</p>
<p><strong>Istanbul: Simbol Peradaban Lintas Iman</strong></p>
<p>Langkah pertama dimulai di Istanbul. <strong>Hagia Sophia</strong> berdiri megah, mengingatkan kita bahwa penyimpanan kisah panjang sebagai gereja, masjid, dan kini museum. Di dalamnya, dipastikan peserta merasakan bagaimana sejarah mampu menjembatani perbedaan. “Peserta wisata Rohani melihat langsung bagaimana sebuah bangunan bisa menjadi simbol lintas iman. Ini mengajarkan bahwa toleransi bukan teori, melainkan praktik nyata,”</p>
<p>Tak jauh dari sana, ada <strong>Masjid Biru (Blue Mosque</strong>) dengan kubah birunya yang anggun menghadirkan suasana doa yang mendalam. Topkapi Palace, bekas pusat kekhalifahan Utsmaniyah, memperlihatkan bagaimana kekuasaan dan spiritualitas pernah berpadu. Di Pamukkale dan Efesus, peserta menyaksikan jejak peradaban kuno yang mengingatkan bahwa iman selalu tumbuh bersama sejarah manusia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
