<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KUPANG TIMUR &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/kupang-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Feb 2026 23:15:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>KUPANG TIMUR &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Kupang Yosef Lede Gerakan Tanam Padi Serentak: Menanam Harapan Swasembada Pangan</title>
		<link>https://timor-raya.com/ekonomi/bupati-kupang-yosef-lede-gerakan-tanam-padi-serentak-menanam-harapan-swasembada-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 23:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang Yosef Lede Gerakan Tanam Padi Serentak: Menanam Harapan Swasembada Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[dan meneguhkan komitmen daerah untuk menopang ketahanan pangan nasional.]]></category>
		<category><![CDATA[Dari Desa Manusak]]></category>
		<category><![CDATA[KUPANG TIMUR]]></category>
		<category><![CDATA[langkah kolektif petani dan pemerintah menyalakan semangat swasembada pangan]]></category>
		<category><![CDATA[melompatkan produksi padi hingga puluhan ribu ton]]></category>
		<category><![CDATA[NTT – Bupati kabupaten Kupang Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3194</guid>

					<description><![CDATA[Dari Desa Manusak, Kupang Timur, langkah kolektif petani dan pemerintah menyalakan semangat swasembada pangan, melompatkan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Dari Desa Manusak, Kupang Timur, langkah kolektif petani dan pemerintah menyalakan semangat swasembada pangan, melompatkan produksi padi hingga puluhan ribu ton, dan meneguhkan komitmen daerah untuk menopang ketahanan pangan nasional.</strong></em></p>
<p>Seperti benih yang ditanam di tanah kering lalu tumbuh menjadi bulir emas, Gerakan Tanam Padi Bersama di Desa Manusak, Kupang Timur, menjadi simbol harapan baru bagi ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. Di tengah hamparan sawah, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa dari desa kecil inilah fondasi besar kedaulatan pangan bangsa sedang dibangun.</p>
<p><strong>KUPANG TIMUR, NTT – Bupati kabupaten Kupang Yosef Lede</strong> dalam sambutannya pada acara Gerakan Tanam Padi Serentak Se-NTT, menekankan pentingnya pangan sebagai pondasi kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan kembali masa pandemi COVID-19, ketika uang tak lagi berarti jika pangan tidak tersedia. “Kini dunia semakin tidak menentu, sehingga persiapan menyediakan pangan sebanyak mungkin adalah hal yang paling benar,” ujarnya.</p>
<p><strong>Kabupaten Kupang memiliki potensi lahan yang luas: 64.739 hektar lahan potensial, 110.390 hektar lahan pertanian berkelanjutan, serta 15.000 hektar sawah baku.</strong> Dari angka itu, baru 53% yang digarap, namun hasilnya sudah mencengangkan. Produksi padi yang pada 2024 hanya 21.000 ton, melonjak drastis menjadi 87.000 ton dalam 10 bulan kerja tahun 2025. Target tahun ini bahkan dipatok melampaui 100.000 ton.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur NTT Melkiades Laka Lena: Gerakan Tanam Padi Serentak Jadi Landasan Ketahanan Pangan Berkelanjutan</title>
		<link>https://timor-raya.com/ekonomi/gubernur-ntt-melkiades-laka-lena-gerakan-tanam-padi-serentak-jadi-landasan-ketahanan-pangan-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 21:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil meraih penghargaan Penghasil Pangan Strategis dari pemerintah pusat dan masuk dalam lima besar provinsi terbaik di bidang pertanian dan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT Melkiades Laka Lena: Gerakan Tanam Padi Serentak Jadi Landasan Ketahanan Pangan Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[KUPANG TIMUR]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutnya]]></category>
		<category><![CDATA[NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3186</guid>

					<description><![CDATA[Seperti pesawat tempur yang melesat dari landasan pacu dengan kecepatan penuh, Gerakan Tanam Padi Serentak&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti pesawat tempur yang melesat dari landasan pacu dengan kecepatan penuh, Gerakan Tanam Padi Serentak di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, menjadi simbol lepas landasnya ketahanan pangan Nusa Tenggara Timur menuju kemandirian yang berkelanjutan.</p>
<p><strong>KUPANG TIMUR, NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena</strong> menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada acara Gerakan Tanam Padi Serentak di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Senin (17/2).</p>
<p>Dalam pidatonya,<strong> Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena</strong>. “Kita semua menyaksikan bagaimana kerja bersama dalam beberapa tahun terakhir membawa perubahan nyata bagi pertanian di NTT,” ujarnya.</p>
<p><strong>Provinsi NTT, lanjutnya, berhasil meraih penghargaan Penghasil Pangan Strategis dari pemerintah pusat dan masuk dalam lima besar provinsi terbaik di bidang pertanian dan pangan</strong>. Ia menekankan bahwa para petani adalah “pahlawan tanpa tanda jasa” yang layak mendapat dukungan penuh.</p>
<p>Gubernur juga menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional dan  menargetkan produksi 100.000 ton beras, yang disebutnya sebagai langkah luar biasa. “Pertanian adalah pengungkit ekonomi sekaligus senjata melawan stunting dan kemiskinan,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
