<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Latar Sejarah: Hubungan Pemkab Kupang dan Gereja &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/latar-sejarah-hubungan-pemkab-kupang-dan-gereja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 23:08:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Latar Sejarah: Hubungan Pemkab Kupang dan Gereja &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polemik Kata “WAJIB” di Kabupaten Kupang, Antara Semangat Natal dan Otonomi Gereja</title>
		<link>https://timor-raya.com/sosial-budaya/polemik-kata-wajib-di-kabupaten-kupang-antara-semangat-natal-dan-otonomi-gereja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 23:08:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Antara Dorongan dan Pemaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[Antara Semangat Natal dan Otonomi Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang- NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPC Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik GAMKI: “Seakan Gereja Bawahan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Latar Sejarah: Hubungan Pemkab Kupang dan Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Kata “WAJIB” di Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[S.H]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Resmi Pemerintah Kabupaten Kupang Memantik Kritik Gamki: Suka Cita Natal seharusnya Lahir dari Kerelaan Bukan Kewajiban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2224</guid>

					<description><![CDATA[Surat Resmi Pemerintah Kabupaten Kupang Memantik Kritik Gamki: Suka Cita Natal seharusnya Lahir dari Kerelaan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Surat Resmi Pemerintah Kabupaten Kupang Memantik Kritik Gamki: Suka Cita Natal seharusnya Lahir dari Kerelaan Bukan Kewajiban</strong></em></p>
<p><strong>Kabupaten Kupang- NTT,</strong> — Natal biasanya menjadi momen penuh sukacita. Pohon terang berdiri di sudut-sudut kota, hiasan berkilau menyemarakkan suasana, dan jemaat sibuk menyiapkan ibadah. Namun di Kabupaten Kupang, sebuah kata dalam surat resmi pemerintah justru menimbulkan riak yang tak biasa: “WAJIB.”</p>
<p><strong>Surat Bupati Kupang</strong> bernomor BU.450/4374/KESRA/XI/2025, yang ditujukan kepada gereja dan kapela se-Kabupaten Kupang, menyatakan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti Lomba Hias Pohon Natal. Surat itu ditandatangani langsung oleh Bupati dan disampaikan sebagai bagian dari rangkaian menyambut Natal 2025.</p>
<p>Bagi pemerintah, lomba ini adalah ajang kebersamaan. Tetapi bagi <strong>Deasy Ballo, S.H, Ketua DPC Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kupang</strong>, kata “wajib” justru mencerminkan sikap yang tidak menghargai otonomi lembaga keagamaan.</p>
<p><strong>Kritik GAMKI: “Seakan Gereja Bawahan Pemerintah</strong>”</p>
<p>“Di satu sisi pemerintah mengatakan menghargai lembaga keagamaan, tapi kata wajib itu mencerminkan seakan-akan pemerintah berdiri di atas lembaga keagamaan,” ujar Deasy, Jumat (5/12/2025).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
