<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak sah. &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/menegaskan-bahwa-pelantikan-tersebut-tidak-sah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 16:30:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak sah. &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pelantikan ASN Kabupaten Kupang Kupang: Antara Maaf dan Ketidakabsahan</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/pelantikan-asn-kabupaten-kupang-kupang-antara-maaf-dan-ketidakabsahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 06:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanes Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[M.IP.]]></category>
		<category><![CDATA[menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak sah.]]></category>
		<category><![CDATA[menilai praktik pelantikan ASN secara kolektif tanpa Pertek perorangan perlu dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[pakar hukum dan politik menilai Pelantikan itu tidak sah]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan Ahli Hukum Tata Negara Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan Pengamat Politik Pengamat Ilmu Politik Undana Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantikan ASN Kabupaten Kupang Kupang: Antara Maaf dan Ketidakabsahan]]></category>
		<category><![CDATA[Permintaan maaf Bupati Kupang atas pelantikan 1.041 ASN tanpa Pertek perorangan dinilai sebagai pengakuan kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[S.Ip.]]></category>
		<category><![CDATA[Yeftha Yerianto Sabaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2688</guid>

					<description><![CDATA[Permintaan maaf Bupati Kupang atas pelantikan 1.041 ASN tanpa Pertek perorangan dinilai sebagai pengakuan kesalahan,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Permintaan maaf Bupati Kupang atas pelantikan 1.041 ASN tanpa Pertek perorangan dinilai sebagai pengakuan kesalahan, pakar hukum dan politik menilai Pelantikan itu tidak sah</strong></em></p>
<p>Seperti sebuah pohon besar yang tampak kokoh dari luar, akar yang tidak tertanam dengan benar akan membuatnya mudah tumbang diterpa angin. Begitu pula birokrasi: pelantikan ASN mungkin terlihat megah dan seremonial, tetapi tanpa akar berupa dokumen hukum yang sah, jabatan yang diemban bisa kehilangan legitimasi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2690" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/20260113_135727.jpg" alt="" width="650" height="650" srcset="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/20260113_135727.jpg 650w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/20260113_135727-60x60.jpg 60w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p><strong>Fakta Pelantikan</strong></p>
<p>Pada 30 Desember 2025, Bupati Kupang Yosef Lede melantik 1.041 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk jabatan administrator, fungsional, kepala sekolah, dan kepala puskesmas. Pelantikan ini dilakukan dengan dasar Persetujuan Teknis (Pertek) Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara kolektif, <strong>tanpa Pertek perorangan.</strong></p>
<p>Hingga pertengahan Januari 2026, sejumlah pejabat yang dilantik belum menerima SK Pertek BKN by name by jabatan yang seharusnya diikuti dengan SK Bupati Kupang. Kepala BKPSDM Kabupaten Kupang, Semuel Tinenti, mengakui bahwa pelantikan tersebut memang didasarkan pada Pertek kolektif.</p>
<p><strong>Pandangan Ahli Hukum Tata Negara</strong><br />
<strong>Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Johanes Tuba Helan, menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak sah.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
