<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menjelaskan: &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/menjelaskan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Mar 2026 03:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>menjelaskan: &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tragedi Kematian Siswi SMP di Sikka: Kronologi, Motif, dan Penegakan Hukum</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/tragedi-kematian-siswi-smp-di-sikka-kronologi-motif-dan-penegakan-hukum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 03:16:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir tragis di balik janji sederhana mengambil gitar. Hilangnya senyum seorang anak menjadi luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[dan Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Gitar yang tak pernah Kembali]]></category>
		<category><![CDATA[IPDA Leonardus Tunga]]></category>
		<category><![CDATA[Iptu Reinhard Dionisius Siga]]></category>
		<category><![CDATA[Kasat Reskrim Polres Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kasie Humas Polres Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan STN (14)]]></category>
		<category><![CDATA[menjelaskan:]]></category>
		<category><![CDATA[Motif]]></category>
		<category><![CDATA[NTT — Seperti aliran sungai yang tenang namun menyimpan arus berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[siswi SMP MBC Ohe]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi di Kali Watuwogat: Hilangnya Senyum Seorang Siswi]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Kematian Siswi SMP di Sikka: Kronologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3295</guid>

					<description><![CDATA[Tragedi di Kali Watuwogat: Hilangnya Senyum Seorang Siswi, Gitar yang tak pernah Kembali Sikka, NTT&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Tragedi di Kali Watuwogat: Hilangnya Senyum Seorang Siswi, Gitar yang tak pernah Kembali</strong></em></p>
<p><strong>Sikka, NTT — Seperti aliran sungai yang tenang namun menyimpan arus berbahaya, kehidupan STN (14), siswi SMP MBC Ohe, berakhir tragis di balik janji sederhana mengambil gitar. Hilangnya senyum seorang anak menjadi luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Sikka.</strong></p>
<p><strong>Kronologi Hilangnya Korban</strong></p>
<p>&#8211; Jumat (20/2/2026), STN pamit dari rumahnya di Dusun Romanduru untuk mengambil gitar yang dipinjam seorang teman, FRG (16), kakak kelasnya.<br />
&#8211; Hingga malam, korban tak kembali. Pihak keluarga mencari ke rumah kerabat dan lingkungan sekitar, namun hasilnya nihil.<br />
&#8211; Minggu (22/2/2026), keluarga melaporkan kehilangan ke Polsek Kewapante. Aparat bersama warga melakukan penyisiran.<br />
&#8211; Senin (23/2/2026), warga menemukan jasad korban tertutup bambu dan daun di Kali Watuwogat. Tim Inafis Polres Sikka segera melakukan olah TKP dan evakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.</p>
<p><strong>Motif dan Fakta Hukum</strong></p>
<p><strong>Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga, menjelaskan:</strong><br />
“Peristiwa ini terjadi di rumah FRG. Korban sempat dipaksa melakukan hubungan badan. Saat korban mengancam akan melaporkan, pelaku merampas telepon genggam korban dan kemudian menganiaya dengan sebilah parang bekas membelah durian. Luka di leher dan kepala menyebabkan korban meninggal di tempat.”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugaan Kekerasan Seksual YM Terhadap YNS Tak Terbukti, BK DPRD Kupang Tegaskan Klarifikasi</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/dugaan-kekerasan-seksual-ym-terhadap-yns-tak-terbukti-bk-dprd-kupang-tegaskan-klarifikasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 22:50:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BK DPRD Kupang Tegaskan Klarifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Kekerasan Seksual YM Terhadap YNS Tak Terbukti]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua BK DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kewenangan BK Terbatas]]></category>
		<category><![CDATA[menjelaskan:]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Klarifikasi di Gedung DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Yery Pelokila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2356</guid>

					<description><![CDATA[Dugaan Kekerasan Seksual YM Terhadap YNS Tak Terbukti, BK DPRD Kupang Tegaskan Klarifikasi Kabupaten Kupang,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dugaan Kekerasan Seksual YM Terhadap YNS Tak Terbukti, BK DPRD Kupang Tegaskan Klarifikasi</strong></p>
<p><strong>Kabupaten Kupang, 27 November 2025</strong></p>
<p>Seperti seorang hakim yang menimbang bukti di atas timbangan keadilan, Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Kupang mencoba menyeimbangkan antara suara publik dan fakta yang ada. Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama YM terhadap YNS sempat menggemparkan masyarakat, namun hasil pemeriksaan internal BK menyatakan tuduhan tersebut tidak terbukti.</p>
<p><strong>Sidang Klarifikasi di Gedung DPRD</strong><br />
Suasana ruang sidang BK pada Senin siang itu penuh kehati-hatian. Tiga anggota BK—Yery Pelokila, David Daud, dan Yakobis Dethan—duduk sebagai pemeriksa, mendengarkan klarifikasi dari YM.</p>
<p><strong>Ketua BK DPRD Kabupaten Kupang, Yery Pelokila, menjelaskan:</strong></p>
<p>“BK sudah menggelar sidang dengan agenda pemeriksaan terhadap terlapor YM di Gedung DPRD Kabupaten Kupang pada hari S Kamis, 27 November 2025. Kami meminta klarifikasinya terhadap pemberitaan di media maupun laporan dari pelapor YNS.”</p>
<p>Menurut Yery, bukti berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dilampirkan oleh pelapor tidak menunjukkan adanya unsur intimidasi, paksaan, maupun kekerasan seksual.</p>
<p>“Tidak ada bukti dalam percakapan WA yang di-screenshot yang mengarah atau menjelaskan tentang adanya unsur intimidasi, paksaan, maupun kekerasan seksual. Baik sebelum, ketika, maupun setelah terjadinya hubungan seksual oleh pelapor dan terlapor,” tegas Yery kepada Media lewat Pesan WhatsApp</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
