<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MH &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/mh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Feb 2026 11:09:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>MH &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DPRD Kupang: Pelanggaran NSPK Terbukti, Surat BKN Pusat dan Regional Bali Nusra Saling Bertolak Belakang</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/dprd-kupang-pelanggaran-nspk-terbukti-surat-bkn-pusat-dan-regional-bali-nusra-saling-bertolak-belakang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 11:01:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dan Wakil Ketua Sofia Malelak Dehaan]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Pengawasan dan Pengendalian III Dr. Halim]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kupang: Pelanggaran NSPK Terbukti]]></category>
		<category><![CDATA[Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Mori Riwukore]]></category>
		<category><![CDATA[NTT — Pimpinan DPRD Kabupaten Kupang yang terdiri dari Ketua Daniel Taimenas]]></category>
		<category><![CDATA[RDP bersama Bupati Kupang Yosef Lede]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Surat BKN Pusat dan Regional Bali Nusra Saling Bertolak Belakang]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua Tome Da Costa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3219</guid>

					<description><![CDATA[Pengaduan ASN mendorong pimpinan DPRD berkonsultasi ke BKN Jakarta. Hasilnya, dari 1.041 pejabat yang terpublikasi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pengaduan ASN mendorong pimpinan DPRD berkonsultasi ke BKN Jakarta. Hasilnya, dari 1.041 pejabat yang terpublikasi dilantik, hanya 1.004 valid, dengan ratusan tidak sesuai NSPK. RDP 18 Februari 2026 mengungkap kontradiksi: BKN pusat memberi ruang perbaikan, sementara BKN Regional Bali Nusra menegaskan ancaman sanksi administratif.</p>
<p>Pengaduan dari <strong>Mori Riwukore</strong> dan sejumlah ASN lain berujung pada langkah DPRD Kabupaten Kupang melakukan konsultasi ke BKN Jakarta pada 4 Februari 2026. Hasil pertemuan dengan Direktur Pengawasan dan Pengendalian III Dr. Halim, SH, MH, mengungkap bahwa dari 1.041 pejabat ASN yang terpublikasi dilantik, hanya 1.004 valid, dengan ratusan di antaranya tidak sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK). Fakta ini kemudian dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bupati Yosef Lede pada 18 Februari 2026, yang memperlihatkan kontradiksi sikap antara BKN pusat dan BKN Regional Bali Nusra.</p>
<p><strong>Kupang, NTT — Pimpinan DPRD Kabupaten Kupang yang terdiri dari Ketua Daniel Taimenas, Wakil Ketua Tome Da Costa, dan Wakil Ketua Sofia Malelak Dehaan</strong> melakukan konsultasi ke BKN Jakarta pada 4 Februari 2026. Dalam pertemuan dengan <strong>Direktur Pengawasan dan Pengendalian III Dr. Halim, SH, MH,</strong> didampingi dua staf, DPRD memperoleh data bahwa dari 1.041 pejabat ASN yang disebut dilantik pada 30 Desember 2025, hanya 1.004 valid. Dari jumlah itu, sekitar 300 dilantik pada posisi eselon yang sama, sementara ratusan pejabat yang dipromosikan tidak sesuai NSPK.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gaji 9 Ribu ASN Tertahan, Deasy Ballo-Foeh : 36 Ribu Jiwa Menunggu Keputusan Bijak dari BKN dan Bupati Kupang</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/gaji-9-ribu-asn-tertahan-deasy-ballo-foeh-36-ribu-jiwa-menunggu-keputusan-bijak-dari-bkn-dan-bupati-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 03:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Natun]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo-Foeh : 36 Ribu Jiwa Menunggu Keputusan Bijak dari BKN dan Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo: Pelantikan Tanpa Keabsahan Adalah Awal Penderitaan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji 9 Ribu ASN Tertahan]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[pada Senin (9/2) memimpin Apel Kekuatan lingkup Pemkab Kupang di Oelamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Harus Segera Bertindak]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Ahli Ahli Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Suara DPRD Ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pemerintah Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3140</guid>

					<description><![CDATA[Deasy Ballo: Pelantikan Tanpa Keabsahan Adalah Awal Penderitaan Massal, Pemerintah Harus Segera Bertindak Seperti helikopter&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Deasy Ballo: Pelantikan Tanpa Keabsahan Adalah Awal Penderitaan Massal, Pemerintah Harus Segera Bertindak</strong></em></p>
<p><strong>Seperti helikopter patroli yang berputar di atas wilayah krisis, suara dari berbagai penjuru kini mengarah ke Kabupaten Kupang. Dari ketinggian hukum, politik, dan pengawasan, sorotan tajam diarahkan pada proses pelantikan ribuan ASN yang dilakukan tanpa keabsahan administratif. Helikopter itu membawa pesan: jangan biarkan ribuan pegawai dan puluhan ribu keluarga mereka terjebak dalam turbulensi birokrasi dan penderitaan ekonomi</strong>.</p>
<p><strong>Kabupaten Kupang-NTT, &#8212; Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Deasy Ballo-Foeh, meminta Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh dan Bupati Kupang Yosef Lede untuk membatalkan pelantikan ribuan ASN yang dilakukan pada 30 Desember 2025.</strong> Ia menilai pembatalan lebih bijak daripada membiarkan ribuan pegawai dan puluhan ribu istri, suami, dan anak-anak mereka terjebak dalam ketidakpastian administrasi dan penundaan gaji.</p>
<p>“<strong>Jika 9 ribu ASN dikalikan 3—suami/istri dan dua anak—jumlahnya 27 ribu ditambah 9 Ribu jumlahnya 36 Ribu bergantung pada gaji yang kini tertahan. Ini bukan sekadar angka, ini nasib manusia,” tegas Deasy.</strong></p>
<p>Ia menambahkan, keterlambatan gaji berdampak langsung pada kehidupan rumah tangga pegawai, terutama setelah pengeluaran besar di masa Natal dan Tahun Baru. Banyak ASN kini menghadapi tekanan utang dan kebutuhan harian tanpa kepastian penghasilan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ASN-PPPK Kabupaten Kupang: Antara Hak yang Tertahan dan Disiplin yang Ditegakkan</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/asn-pppk-kabupaten-kupang-antara-hak-yang-tertahan-dan-disiplin-yang-ditegakkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 22:48:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum sebut keterlambatan gaji melanggar kemanusiaan; Deasy Ballo desak langkah korektif; Yosef Lede janji kontrol langsung kinerja pegawai.]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[ASN-PPPK Kabupaten Kupang: Antara Hak yang Tertahan dan Disiplin yang Ditegakkan]]></category>
		<category><![CDATA[Deasy Ballo-Foeh]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanis Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran gaji ASN-PPPK merupakan pelanggaran hukum kepegawaian sekaligus pelanggaran kemanusiaan.]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3106</guid>

					<description><![CDATA[Ahli Hukum sebut keterlambatan gaji melanggar kemanusiaan; Deasy Ballo desak langkah korektif; Yosef Lede janji&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahli Hukum sebut keterlambatan gaji melanggar kemanusiaan; Deasy Ballo desak langkah korektif; Yosef Lede janji kontrol langsung kinerja pegawai.</strong></p>
<p><strong>Kabupaten Kupang-NTT,&#8212;-Seperti pesawat patroli udara yang terbang rendah di atas wilayah rawan, suara dari ahli hukum, politik, dan DPRD kini berputar mengawasi langit pemerintahan Kabupaten Kupang. Dari kokpit hukum tata negara, Dr. Johanis Tuba Helan mengingatkan bahwa keterlambatan gaji ASN-PPPK adalah pelanggaran hukum sekaligus kemanusiaan. Dari menara politik, Deasy Ballo mengirim sinyal tegas agar Bupati berbesar hati membatalkan pelantikan jika itu menjadi penghalang hak pegawai. Sementara radar DPRD menangkap indikasi mutasi yang tidak sesuai prosedur. Semua suara itu bergema seperti sirene peringatan di udara, menuntut Bupati Kupang segera menurunkan roda tanggung jawab dan memastikan gerbong gaji ASN-PPPK kembali mendarat di landasan kesejahteraan.</strong></p>
<p><strong>Suara Ahli</strong></p>
<p><strong>Ahli Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana, Dr. Johanis Tuba Helan, SH, MH</strong>, menegaskan bahwa <strong>keterlambatan pembayaran gaji ASN-PPPK merupakan pelanggaran hukum kepegawaian sekaligus pelanggaran kemanusiaan.</strong> Menurutnya, gaji adalah imbalan atas pelaksanaan tugas kedinasan yang wajib dibayarkan tepat waktu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Turbulensi Mutasi ASN Kabupaten Kupang: Antara Kendali Pilot dan Izin Menara Kontrol</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/turbulensi-mutasi-asn-kabupaten-kupang-antara-kendali-pilot-dan-izin-menara-kontrol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 14:55:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi Ingatkan Risiko Hukum ASN Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Apri Dira Tome]]></category>
		<category><![CDATA[bersama co-pilotnya]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yosef Lede]]></category>
		<category><![CDATA[Keterlambatan SK dan absennya izin teknis BKN memicu kegelisahan publik atas masa depan karier ASN. Penerbangan mutasi ASN berpotensi terguncang badai regulasi jika landasan hukum tak segera dipenuhi.]]></category>
		<category><![CDATA[meyakinkan bahwa penerbangan ini aman dan sesuai prosedur.]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Namun]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Kupang kini tengah mengudara dengan muatan 1.041 ASN hasil mutasi akhir tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pilot utama]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr. Sudan Arif Fakrulloh]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr. Sudan Arif Fakrulloh dalam Pelantikan 1.041 Pejabat tanpa Pertek Perorangan Oleh Bupati Kupang Yosef lede.]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frits Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagian penumpang masih gelisah: boarding pass berupa SK petikan belum dibagikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris BKPSDM Apri Dira Tome]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris BKPSDM Kabupaten Kupang Menepis dugaan Keterlibatan Kepala BKN]]></category>
		<category><![CDATA[sementara menara kontrol adalah Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN)]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Turbulensi Mutasi ASN Kabupaten Kupang: Antara Kendali Pilot dan Izin Menara Kontrol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2793</guid>

					<description><![CDATA[Keterlambatan SK dan absennya izin teknis BKN memicu kegelisahan publik atas masa depan karier ASN.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Keterlambatan SK dan absennya izin teknis BKN memicu kegelisahan publik atas masa depan karier ASN. Penerbangan mutasi ASN berpotensi terguncang badai regulasi jika landasan hukum tak segera dipenuhi.</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibarat sebuah pesawat raksasa yang baru saja lepas landas membawa lebih dari seribu penumpang, <strong>Pemerintah Kabupaten Kupang kini tengah mengudara dengan muatan 1.041 ASN hasil mutasi akhir tahun 2025</strong></p>
<p><strong>Pilot utama, Bupati Yosef Lede, bersama co-pilotnya, Sekretaris BKPSDM Apri Dira Tome, meyakinkan bahwa penerbangan ini aman dan sesuai prosedur</strong>.</p>
<p><strong>Namun, sebagian penumpang masih gelisah: boarding pass berupa SK petikan Pertek BKN  belum dibagikan, sementara menara kontrol adalah Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof.Dr. Sudan Arif Fakrulloh,disebut belum sepenuhnya memberi izin teknis. Di kabin, publik dan akademisi pun bertanya-tanya, apakah pesawat ini akan mendarat mulus, atau justru menghadapi turbulensi hukum di tengah perjalanan?</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kabupaten Kupang-NTT, &#8212;<strong>Apri Dira Tome, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Kupang Menepis dugaan Keterlibatan Kepala BKN, Prof.Dr. Sudan Arif Fakrulloh dalam Pelantikan 1.041 Pejabat tanpa Pertek Perorangan Oleh Bupati Kupang Yosef lede.</strong></p>
<p>Apri Dira Tome, menegaskan bahwa pelantikan ribuan pejabat pada 30 Desember 2025 telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Kupang Dituding Langgar Konstitusi, Belasan Kapus diberhentikan Tanpa SK, Ahli Hukum Minta dibatalkan</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/bupati-kupang-dituding-langgar-konstitusi-belasan-kapus-diberhentikan-tanpa-sk-ahli-hukum-minta-dibatalkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 11:37:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[--Seperti kapal yang berlayar tanpa kompas]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Minta dibatalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi: Pelantikan Tanpa Pertek Tidak Sah]]></category>
		<category><![CDATA[Belasan Kapus diberhentikan Tanpa SK]]></category>
		<category><![CDATA[belasan Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Kupang mendapati diri mereka terombang-ambing dalam gelombang birokrasi.]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang Dituding Langgar Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Hukum yang Terabaikan]]></category>
		<category><![CDATA[dosen Fakultas Hukum UKAW Kupang sekaligus advokat KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanes Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang- NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitan juga mengingatkan risiko pidana]]></category>
		<category><![CDATA[meminta Bupati membatalkan pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[mengaku pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[menilai pelantikan massal ASN tersebut tidak sah.]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Minta dibatalkan  Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frits Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[sebut saja Wulan Yayang (49)]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kabupaten Kupang Mateldius Sanam: “Kapus Itu Tugas Tambahan”]]></category>
		<category><![CDATA[Seorang Kapus]]></category>
		<category><![CDATA[Serah Terima Tanpa SK]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2768</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang-NTT, &#8211;Seperti kapal yang berlayar tanpa kompas, belasan Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Kupang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Kupang-NTT, &#8211;Seperti kapal yang berlayar tanpa kompas, belasan Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Kupang mendapati diri mereka terombang-ambing dalam gelombang birokrasi.</strong> Pasca pelantikan massal 1.041 ASN oleh Bupati Kupang Yosef Lede pada 30 Desember 2025, sejumlah Kapus diberhentikan tanpa Surat Keputusan (SK) pemberhentian, namun digantikan oleh Kapus baru. Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar: ke mana arah kapal administrasi daerah ini berlayar?</p>
<p><strong>Serah Terima Tanpa SK</strong><br />
Pantauan media menunjukkan, pada awal Januari 2026, beberapa Kapus lama menyerahkan jabatan kepada Kapus baru dengan ikhlas, meski tanpa SK pemberhentian. “Sebagai bawahan, apa yang diperintahkan bupati harus dilaksanakan tanpa melawan,” ungkap salah seorang Kapus melalui sambungan telepon.</p>
<p><strong>Seorang Kapus, sebut saja Wulan Yayang (49), mengaku pasrah.</strong></p>
<p>&#8220;Sebagai ASN, tugas Kapus itu berdasarkan SK bupati. Jadi kalau ada orang datang membawa SK terbaru, saya serahkan jabatan. Saya tahu diri, karena pada 30 Desember saya tidak diundang untuk dilantik. Itu berarti mutasi berupa promosi, pindah jabatan, atau kembali ke fungsional. Saya siap ikut perintah selanjutnya,” jelasnya.</p>
<p>Namun, Wulan Yayang menambahkan bahwa dirinya masih tercatat sebagai Kapus di sistem digital BKN.<br />
“Walaupun sudah serah terima, saya masih punya tugas menilai E-Kinerja staf. Secara sistem, saya masih Kapus,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kompas Birokrasi Kabupaten Kupang Kupang: Antara Arah Lurus dan Gelombang Kepentingan</title>
		<link>https://timor-raya.com/opini/kompas-birokrasi-kabupaten-kupang-kupang-antara-arah-lurus-dan-gelombang-kepentingan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 03:27:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli hukum tata negara]]></category>
		<category><![CDATA[ahli ilmu pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanes Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Pasca Pelantikan 1.041 Pejabat Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[Fungsional]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas Oleh Bupati Kupang Yosef lede pada 30/12/2025 Anomali Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kompas Birokrasi Kabupaten Kupang Kupang: Antara Arah Lurus dan Gelombang Kepentingan]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Ryaas Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frits Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Para Ahli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2757</guid>

					<description><![CDATA[Editorial Redaksi Timor Raya Seperti kapal besar yang berlayar di lautan luas, birokrasi adalah kompas&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Editorial Redaksi Timor Raya</strong></em></p>
<p>Seperti kapal besar yang berlayar di lautan luas, birokrasi adalah kompas yang menentukan arah. Kapal bisa saja megah dengan layar berkibar, tetapi tanpa kompas yang jelas, ia akan tersesat di tengah gelombang kepentingan. Pelantikan pejabat di Kabupaten Kupang pada penghujung 2025 adalah momen penting: apakah kompas birokrasi kita masih lurus, atau sudah mulai berputar tanpa arah?</p>
<p style="padding-left: 40px;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2758" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614727840.png" alt="" width="650" height="650" srcset="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614727840.png 650w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614727840-60x60.png 60w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><br />
<strong>Fakta Pasca Pelantikan 1.041 Pejabat Administrator, Fungsional,Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas Oleh Bupati Kupang Yosef lede pada 30/12/2025</strong></p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>Anomali Birokrasi</strong><br />
Pasca pelantikan, publik mencatat sejumlah kejanggalan:<br />
&#8211; Ada dua orang menerima SK untuk satu jabatan, menimbulkan dualisme kewenangan.<br />
&#8211; Belasan pejabat dilantik pada dinas dan bagian yang sudah digabungkan sesuai amanat Perda No. 1 Tahun 2025.<br />
&#8211; Ada pejabat yang belum diberhentikan tetapi diminta serah terima jabatan, sementara sebagian menolak karena merasa belum ada SK pemberhentian.<br />
&#8211; Jumlah camat yang dilantik melebihi jumlah kecamatan (24), menimbulkan pertanyaan serius tentang validitas pelantikan.</p>
<p>Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie,</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2759" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614713894.png" alt="" width="650" height="650" srcset="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614713894.png 650w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614713894-60x60.png 60w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Terhadap Keteledoran proses mutasi sebelum pelantikan dan paskah pelantikan telah diakui sehingga Bupati Kupang melalui Kepala BKPSDM Kabupaten Kupang, Semuel Tinenti, telah menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan dalam pelantikan tersebut, kepada media ketika diwawancara pada hari Senin 12/01/2026</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Akademisi Undana, Kini Giliran Akademisi UKAW Kupang minta Bupati batalkan pelantikan Tanpa Pertek</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/setelah-akademisi-undana-kini-giliran-akademisi-ukaw-kupang-minta-bupati-batalkan-pelantikan-tanpa-pertek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 13:32:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[angkat bicara. Ia meminta Bupati Kupang Yosef Lede membatalkan pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati berpotensi merusak karier ASN yang dilantik]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kini Giliran Akademisi UKAW Kupang minta Bupati batalkan pelantikan Tanpa Pertek]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frids Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frits Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[Setelah Akademisi Undana]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2698</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, &#8211; Seperti sebuah kapal besar yang berlayar tanpa kompas, pelantikan 1.041 pejabat di&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Kupang, &#8211; Seperti sebuah kapal besar yang berlayar tanpa kompas, pelantikan 1.041 pejabat di Kabupaten Kupang pada 30 Desember 2025 kini menjadi sorotan. Kapal itu memang berangkat dengan semangat perubahan, namun arah yang dituju ternyata belum jelas karena tidak adanya Pertimbangan Teknis (Pertek) perorangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Rian Van Frits Kapitan, SH, MH, angkat bicara. Ia meminta Bupati Kupang Yosef Lede membatalkan pelantikan tersebut demi menyelamatkan karier Aparatur Sipil Negara</strong> (ASN) yang dilantik. Kapitan yang juga Advokat pada Kongres Advokat Indonesia (KAI) menilai, pelantikan tanpa Pertek perorangan berpotensi menimbulkan masalah serius.</p>
<p>“<em>Bupati berpotensi merusak karier ASN yang dilantik</em>. Sesuai Perpres No. 116 Tahun 2022 dan Peraturan BKN No. 5 Tahun 2019, ASN yang dilantik tanpa Pertek berpotensi diblokir data kepegawaiannya. Jika sanksi ini diterapkan BKN, maka karier ASN tersebut menjadi tidak jelas,” tegas Kapitan.</p>
<p>Ia juga mengingatkan agar ASN yang belum memperoleh Pertek menahan diri untuk membuat kebijakan atau terlibat dalam kegiatan yang mengakibatkan pengeluaran uang negara maupun daerah. “Karena suatu waktu dapat dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, dengan rasionalisasi bahwa ASN tersebut tidak sah dalam jabatan itu sehingga tidak berwenang melakukan perbuatan hukum yang mengakibatkan uang negara digunakan,” jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Kupang, Ahli Hukum Minta Kejari Tidak Tebang Pilih</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/dugaan-korupsi-proyek-di-kabupaten-kupang-ahli-hukum-minta-kejari-tidak-tebang-pilih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 11:56:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[8 miliar pada tahun 2021 di Desa Oelbitneno]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Minta Kejari Tidak Tebang Pilih]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli hukum pidana Mikhael Feka]]></category>
		<category><![CDATA[CV Adisty Indah senilai Rp 6]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang yang telah dilaporkan Mahasiswa kepada Kejari Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Fatuleu Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[laporan tersebut memiliki dasar kuat untuk ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang.]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2069</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, &#8211; Laporan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF) terkait Kasus&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Kupang</strong>, &#8211; Laporan mahasiswa yang tergabung dalam <strong>Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu</strong> (<strong>IKIF</strong>) terkait <strong>Kasus dugaan korupsi sejumlah proyek pemerintah di Kabupaten Kupang mendapat sorotan dari kalangan akademisi hukum. Ahli hukum pidana Mikhael Feka, SH, MH</strong> menilai <strong>laporan tersebut memiliki dasar kuat untuk ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri</strong> (Kejari) Kupang.</p>
<p>“Laporan mahasiswa memiliki dasar untuk meminta agar Kejari Kupang tidak melakukan tebang pilih dalam penanganan dugaan korupsi, terutama ketika terdapat proyek-proyek pemerintah bernilai besar dalam jumlah miliaran rupiah namun hasilnya diduga tidak sesuai spesifikasi,” ujar Mikhael Feka, Kamis (20/11). Lewat Pesan WhatsApp kepada media www Timor-raya.com.</p>
<p>Dalam perspektif hukum pidana, Feka mencontohkan proyek pembangunan jalan yang dikerjakan <strong>CV Adisty Indah</strong> senilai Rp 6,8 miliar pada tahun 2021 <strong>di Desa Oelbitneno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang</strong> yang telah dilaporkan Mahasiswa kepada Kejari Kupang di Oelamasi. Jika benar proyek tersebut menghasilkan pekerjaan asal jadi, maka laporan masyarakat wajib ditindaklanjuti melalui penyelidikan awal.</p>
<p>“Hal itu berpotensi memenuhi unsur Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor terkait kerugian keuangan negara,” jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Proyek Sumur Bor 4,5 Miliar Mangkrak, Kajari Kupang Yupiter Selan Sidak dan Tindak lanjut dengan Penyelidikan</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/proyek-sumur-bor-45-miliar-mangkrak-kajari-kupang-yupiter-selan-sidak-dan-tindak-lanjut-dengan-penyelidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 06:52:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[5 Miliar Mangkrak]]></category>
		<category><![CDATA[Kajari Kupang Yupiter Selan Sidak dan Tindak lanjut dengan Penyelidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Sumur Bor 4]]></category>
		<category><![CDATA[Rey Tacoy  dan Kasi Pidsus Andrew Keya dan tim Tipisus]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Yupiter Selan sebagai Kajari didampingi kasi Intel]]></category>
		<category><![CDATA[Zet Tadung Allo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=1748</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, &#8211; Yupiter Selan, SH,M.Hum sejak dilantik Menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kupang oleh&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Kupang, &#8211; <strong>Yupiter Selan, SH,M.Hum</strong> sejak dilantik Menjadi <strong>Kepala Kejaksaan Negeri</strong> (Kajari) <strong>Kabupaten Kupang</strong> oleh <strong>Zet Tadung Allo,SH,MH,  Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur</strong> pada tanggal 30/7/2025,dirinya telah menunjukkan kepedulian untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Kupang . Hal ini telah terbukti dengan tindakan nyata berupa inspeksi mendadak (Sidak) dari Yupiter Selan sebagai Kajari didampingi kasi Intel, Rey Tacoy  dan Kasi Pidsus Andrew Keya dan tim Tipisus di tiga lokasi berbeda karena diduga ada <strong>pembangunan Sumur bor yang mangkrak</strong> dengan dugaan kerugian negara senilai kurang lebih empat koma lima miliar rupiah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pembangunan Sumur Bor di Desa Oenuntono Kecamatan Amabi Oefeto Timor Senilai Rp.1,3 Miliar</strong></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1750" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250731-WA0035-2117326910.webp" alt="" width="750" height="1000" /></p>
<p>Yupiter Selan, S. H. M. Hum, melakukan sidak atas proyek pekerjaan sumur bor, di Desa Oenuntono, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, <strong>Tahun 2019 senilai Rp 1, 3 miliyar</strong>, Kamis 31 Juli 2025.</p>
<p>Sidak yang dilakukan Kajari Kabupaten Kupang, Yupiter Selan, S. H, M. Hum, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 1, 3 miliar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komitmen Kejati NTT Selamatkan Aset Negara, Tanah 10Ha di Oesapa Disita, Dugaan Kerugian Negara 900M</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/komitmen-kejati-ntt-selamatkan-aset-negara-tanah-10-ha-di-oesapa-disita-dugaan-kerugian-negara-900-m/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2025 00:14:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Kerugian Negara 900 M]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Seksi Penyidikan Pidsus]]></category>
		<category><![CDATA[Komitmen Kejati NTT Selamatkan Aset Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Mourest A. Kolobani]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah 10 Ha di Oesapa Disita]]></category>
		<category><![CDATA[Zet Tadung Allo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=1528</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, -Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati ) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Zet Tadung Allo,SH,MH Menegaskan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang, -Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati ) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Zet Tadung Allo,SH,MH</strong> Menegaskan bahwa Komitmen lembaganya dalam menindak tegas segala bentuk Penyalagunaan aset Negara.</p>
<p>Komitmen Kejati NTT dibuktikan dengan melakukan penyitaan sebidang tanah seluas 99,785 meter persegi ( mendekati 10 hektar) yang terletak Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.</p>
<p>&#8220;langkah penyitaan ini adalah bagian dari proses hukum yang transparan dan akuntabel,kami akan mengusut tuntas praktik korupsi dalam penguasaan Tanah Negara yang telah dirampas, &#8220;kata Kejati NTT.</p>
<p>Proses Penyitaan oleh Kejati terkait kasus dugaan Korupsi penguasaan Aset Negara oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. penyitaan dilakukan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipisus) Kejati NTT, yang dipimpin lansung oleh <strong>Kepala Seksi Penyidikan Pidsus, Mourest A. Kolobani, SH,MH</strong>, berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Kupang dengan Nomor: 20/Pen.Pid,Sus-TPK- SITA/2025/PN Kpg tertanggal 30 April 2025.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1532" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0014.jpg" alt="" width="650" height="366" srcset="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0014.jpg 650w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0014-200x112.jpg 200w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0014-300x170.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Tanah yang disita oleh Kejati NTT telah tercatat secara Sah dan Resmi pada<strong> sertifikat Hak Pakai Nomor 4 Tahun 1995</strong> atas Nama Pemerintah Republik Indonesia Cq Kementrian Hukum dan HAM RI.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
