<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Momentum Natal dan Tahun Baru &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/momentum-natal-dan-tahun-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Dec 2025 18:38:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Momentum Natal dan Tahun Baru &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gaji PPPK Tertahan Dua Bulan, Jawaban Bupati Kupang Yosef Lede Justru Balik Bertanya</title>
		<link>https://timor-raya.com/sosial-budaya/gaji-pppk-tertahan-dua-bulan-jawaban-bupati-kupang-yosef-lede-justru-balik-bertanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 18:38:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang Yosef Lede justru balik bertanya lewat Pesan WhatsApp]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji PPPK Tertahan Dua Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Hak ASN disebut Wajib dibayar]]></category>
		<category><![CDATA[Jawaban Bupati Kupang Yosef Lede Justru Balik Bertanya]]></category>
		<category><![CDATA[Ketidakpastian gaji menjadikan momentum sakral ini terasa getir. Harapan di Tengah Badai]]></category>
		<category><![CDATA[Klarifikasi Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum Natal dan Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kecil di Laut Sawu]]></category>
		<category><![CDATA[Potret Ketidakpastian]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara dari Barisan Bawah]]></category>
		<category><![CDATA[Tapi PPPK Tetap dibiarkan Menggantung]]></category>
		<category><![CDATA[Teldy Sanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2385</guid>

					<description><![CDATA[Hak ASN disebut Wajib dibayar, Tapi PPPK Tetap dibiarkan Menggantung Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Teldy&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Hak ASN disebut Wajib dibayar, Tapi PPPK Tetap dibiarkan Menggantung</strong></em></p>
<p><strong>Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Teldy Sanam,</strong> mengakui pembayaran gaji PPPK bulan November dan Desember 2025 masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat. Ribuan PPPK diminta bersabar, meski ketidakpastian kian menyesakkan.</p>
<p><strong>Perahu Kecil di Laut Sawu</strong><br />
Seperti perahu kecil yang berlayar di tengah Laut Sawu, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Kupang terus dihantam gelombang badai. Awalnya badai berupa potongan gaji dan ancaman dirumahkan. Kini badai lebih besar datang: gaji dua bulan terakhir tahun 2025 tak kunjung dibayarkan.</p>
<p>Mereka yang pernah berdiri tegak berseragam Korpri saat diangkat dan disumpah sebagai abdi negara, kini merasa seperti “anak kandung kelas bawah” dalam keluarga besar ASN.</p>
<p><strong>Potret Ketidakpastian</strong><br />
Menjelang Natal dan Tahun Baru, harapan ribuan PPPK justru diguncang kabut ketidakpastian. Seorang PPPK yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya:</p>
<p>“Kami sudah mengabdi, tapi hak kami ditunda. Bagaimana kami bisa merayakan Natal bersama keluarga kalau gaji dua bulan belum cair?”</p>
<p><strong>Jawaban Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Teldy Sanam</strong>, yang dihubungi lewat pesan WhatsApp, justru menambah kegelisahan. Ia menyebut pembayaran masih menunggu dana transfer dari pemerintah pusat. “<strong>Kita tunggu saja</strong>,” katanya singkat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PPPK Kabupaten Kupang: “Abdi Negara” yang Dihantam Badai Ketidakpastian</title>
		<link>https://timor-raya.com/sosial-budaya/pppk-kabupaten-kupang-abdi-negara-yang-dihantam-badai-ketidakpastian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 13:48:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ironi Abdi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Ketidakpastian gaji menjadikan momentum sakral ini terasa getir. Harapan di Tengah Badai]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum Natal dan Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Oleh: Adrianus Ndu Ufi Redaksi Timor Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Potret Ketidakpastian]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Teldi Sanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2381</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Adrianus Ndu Ufi Redaksi Timor Raya Seperti perahu kecil yang berlayar di tengah Laut&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh: Adrianus Ndu Ufi</em></strong></p>
<p><strong><em>Redaksi Timor Raya</em></strong></p>
<p><strong>Seperti perahu kecil yang berlayar di tengah Laut Sawu (antara Pulau Sabu dan Pulau Timor), PPPK Kabupaten Kupang terus dihantam gelombang badai</strong>. Awalnya badai berupa potongan gaji dan ancaman dirumahkan. Kini badai lebih besar datang: gaji bulan November dan Desember 2025 tak kunjung dibayarkan.</p>
<p>Mereka yang pernah berdiri tegak berseragam Korpri saat diangkat dan disumpah sebagai abdi negara, kini merasa seperti “anak kandung kelas bawah” dalam keluarga besar ASN</p>
<p>Menjelang Natal dan Tahun Baru, harapan Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kupang justru diguncang badai baru: gaji bulan November dan Desember 2025 tak kunjung dibayarkan.</p>
<p><strong>Potret Ketidakpastian</strong><br />
Seorang PPPK yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya:</p>
<p>“Kami sudah mengabdi, tapi hak kami ditunda. Bagaimana kami bisa merayakan Natal bersama keluarga kalau gaji dua bulan belum cair?”</p>
<p><strong>Jawaban Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Teldi Sanam</strong>, yang dihubungi lewat pesan WhatsApp, justru menambah kabut ketidakpastian. Ia menyebut pembayaran masih menunggu dana transfer dari pemerintah pusat. “Kita tunggu saja,” katanya singkat.</p>
<p>Pernyataan itu menjadi tanda bahwa kas daerah saat ini kosong untuk membayar PPPK. Harapan mereka bergantung pada “belas kasihan” dari pusat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
