<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Partai sebagai Hulu Kebohongan &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/partai-sebagai-hulu-kebohongan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Dec 2025 03:07:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Partai sebagai Hulu Kebohongan &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mata Air Keruh Demokrasi: Dari Satu Kebohongan ke Rantai Kebohongan</title>
		<link>https://timor-raya.com/opini/mata-air-keruh-demokrasi-dari-satu-kebohongan-ke-rantai-kebohongan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 03:07:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dan yudikatif ikut hanyut dalam arus kepalsuan. Redaksi Timor Raya]]></category>
		<category><![CDATA[eksekutif]]></category>
		<category><![CDATA[kebohongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan Filsuf tentang Kebohongan]]></category>
		<category><![CDATA[legislatif]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Air Keruh Demokrasi: Dari Satu Kebohongan ke Rantai Kebohongan]]></category>
		<category><![CDATA[Partai sebagai Hulu Kebohongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2424</guid>

					<description><![CDATA[Ketika partai menjadi sumber kebohongan, eksekutif, legislatif, dan yudikatif ikut hanyut dalam arus kepalsuan. &#160;&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Ketika partai menjadi sumber kebohongan, eksekutif, legislatif, dan yudikatif ikut hanyut dalam arus kepalsuan</strong></em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2428" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/12/20251221_110248.jpg" alt="" width="650" height="650" srcset="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/12/20251221_110248.jpg 650w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/12/20251221_110248-60x60.jpg 60w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p><strong>Redaksi Timor Raya </strong></p>
<p><strong>Pembukaan</strong><br />
Bayangkan sebuah mata air di pegunungan. Jika mata air itu jernih, sungai yang mengalir ke desa-desa akan memberi kehidupan. Tetapi jika mata air itu keruh, seluruh aliran sungai akan tercemar. Demikianlah kebohongan: ia bermula kecil di hulu, namun mengalir deras ke hilir, meracuni seluruh sistem politik dan sosial.</p>
<p><strong>Partai sebagai Hulu Kebohongan</strong><br />
Partai politik adalah pintu gerbang kekuasaan. Dari sinilah eksekutif dan legislatif lahir, dan yudikatif dibentuk melalui persetujuan mereka.<br />
&#8211; Partai sebagai pabrik narasi: Janji politik yang tidak realistis, propaganda yang menutupi fakta, dan retorika yang menjauh dari kenyataan.<br />
&#8211; Eksekutif: Menjalankan kebijakan dengan data yang dimanipulasi demi citra.<br />
&#8211; Legislatif: Menyusun regulasi dengan kompromi kepentingan, sering kali menutup mata terhadap kebohongan eksekutif.<br />
&#8211; Yudikatif: Menjadi legitimasi formal atas kebohongan, karena proses politik yang dikendalikan partai.</p>
<p><strong>Kutipan Filsuf tentang Kebohongan</strong><br />
&#8211; Plato: “Falsehood, if tolerated in rulers, becomes the ruin of the state.”<br />
&#8211; Immanuel Kant: “By a lie, a man annihilates his dignity as a man.”<br />
&#8211; Søren Kierkegaard: “The most dangerous illusion is the lie one tells oneself.”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
