<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rian Van Frits Kapitan &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/rian-van-frits-kapitan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 15:05:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Rian Van Frits Kapitan &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Turbulensi Mutasi ASN Kabupaten Kupang: Antara Kendali Pilot dan Izin Menara Kontrol</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/turbulensi-mutasi-asn-kabupaten-kupang-antara-kendali-pilot-dan-izin-menara-kontrol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 14:55:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi Ingatkan Risiko Hukum ASN Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Apri Dira Tome]]></category>
		<category><![CDATA[bersama co-pilotnya]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yosef Lede]]></category>
		<category><![CDATA[Keterlambatan SK dan absennya izin teknis BKN memicu kegelisahan publik atas masa depan karier ASN. Penerbangan mutasi ASN berpotensi terguncang badai regulasi jika landasan hukum tak segera dipenuhi.]]></category>
		<category><![CDATA[meyakinkan bahwa penerbangan ini aman dan sesuai prosedur.]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Namun]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Kupang kini tengah mengudara dengan muatan 1.041 ASN hasil mutasi akhir tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pilot utama]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr. Sudan Arif Fakrulloh]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr. Sudan Arif Fakrulloh dalam Pelantikan 1.041 Pejabat tanpa Pertek Perorangan Oleh Bupati Kupang Yosef lede.]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frits Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagian penumpang masih gelisah: boarding pass berupa SK petikan belum dibagikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris BKPSDM Apri Dira Tome]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris BKPSDM Kabupaten Kupang Menepis dugaan Keterlibatan Kepala BKN]]></category>
		<category><![CDATA[sementara menara kontrol adalah Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN)]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Turbulensi Mutasi ASN Kabupaten Kupang: Antara Kendali Pilot dan Izin Menara Kontrol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2793</guid>

					<description><![CDATA[Keterlambatan SK dan absennya izin teknis BKN memicu kegelisahan publik atas masa depan karier ASN.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Keterlambatan SK dan absennya izin teknis BKN memicu kegelisahan publik atas masa depan karier ASN. Penerbangan mutasi ASN berpotensi terguncang badai regulasi jika landasan hukum tak segera dipenuhi.</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibarat sebuah pesawat raksasa yang baru saja lepas landas membawa lebih dari seribu penumpang, <strong>Pemerintah Kabupaten Kupang kini tengah mengudara dengan muatan 1.041 ASN hasil mutasi akhir tahun 2025</strong></p>
<p><strong>Pilot utama, Bupati Yosef Lede, bersama co-pilotnya, Sekretaris BKPSDM Apri Dira Tome, meyakinkan bahwa penerbangan ini aman dan sesuai prosedur</strong>.</p>
<p><strong>Namun, sebagian penumpang masih gelisah: boarding pass berupa SK petikan Pertek BKN  belum dibagikan, sementara menara kontrol adalah Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof.Dr. Sudan Arif Fakrulloh,disebut belum sepenuhnya memberi izin teknis. Di kabin, publik dan akademisi pun bertanya-tanya, apakah pesawat ini akan mendarat mulus, atau justru menghadapi turbulensi hukum di tengah perjalanan?</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kabupaten Kupang-NTT, &#8212;<strong>Apri Dira Tome, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Kupang Menepis dugaan Keterlibatan Kepala BKN, Prof.Dr. Sudan Arif Fakrulloh dalam Pelantikan 1.041 Pejabat tanpa Pertek Perorangan Oleh Bupati Kupang Yosef lede.</strong></p>
<p>Apri Dira Tome, menegaskan bahwa pelantikan ribuan pejabat pada 30 Desember 2025 telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Kupang Dituding Langgar Konstitusi, Belasan Kapus diberhentikan Tanpa SK, Ahli Hukum Minta dibatalkan</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/bupati-kupang-dituding-langgar-konstitusi-belasan-kapus-diberhentikan-tanpa-sk-ahli-hukum-minta-dibatalkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 11:37:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[--Seperti kapal yang berlayar tanpa kompas]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hukum Minta dibatalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi: Pelantikan Tanpa Pertek Tidak Sah]]></category>
		<category><![CDATA[Belasan Kapus diberhentikan Tanpa SK]]></category>
		<category><![CDATA[belasan Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Kupang mendapati diri mereka terombang-ambing dalam gelombang birokrasi.]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang Dituding Langgar Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Hukum yang Terabaikan]]></category>
		<category><![CDATA[dosen Fakultas Hukum UKAW Kupang sekaligus advokat KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanes Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang- NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitan juga mengingatkan risiko pidana]]></category>
		<category><![CDATA[meminta Bupati membatalkan pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[mengaku pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[menilai pelantikan massal ASN tersebut tidak sah.]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Minta dibatalkan  Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frits Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[sebut saja Wulan Yayang (49)]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kabupaten Kupang Mateldius Sanam: “Kapus Itu Tugas Tambahan”]]></category>
		<category><![CDATA[Seorang Kapus]]></category>
		<category><![CDATA[Serah Terima Tanpa SK]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2768</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang-NTT, &#8211;Seperti kapal yang berlayar tanpa kompas, belasan Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Kupang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Kupang-NTT, &#8211;Seperti kapal yang berlayar tanpa kompas, belasan Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Kupang mendapati diri mereka terombang-ambing dalam gelombang birokrasi.</strong> Pasca pelantikan massal 1.041 ASN oleh Bupati Kupang Yosef Lede pada 30 Desember 2025, sejumlah Kapus diberhentikan tanpa Surat Keputusan (SK) pemberhentian, namun digantikan oleh Kapus baru. Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar: ke mana arah kapal administrasi daerah ini berlayar?</p>
<p><strong>Serah Terima Tanpa SK</strong><br />
Pantauan media menunjukkan, pada awal Januari 2026, beberapa Kapus lama menyerahkan jabatan kepada Kapus baru dengan ikhlas, meski tanpa SK pemberhentian. “Sebagai bawahan, apa yang diperintahkan bupati harus dilaksanakan tanpa melawan,” ungkap salah seorang Kapus melalui sambungan telepon.</p>
<p><strong>Seorang Kapus, sebut saja Wulan Yayang (49), mengaku pasrah.</strong></p>
<p>&#8220;Sebagai ASN, tugas Kapus itu berdasarkan SK bupati. Jadi kalau ada orang datang membawa SK terbaru, saya serahkan jabatan. Saya tahu diri, karena pada 30 Desember saya tidak diundang untuk dilantik. Itu berarti mutasi berupa promosi, pindah jabatan, atau kembali ke fungsional. Saya siap ikut perintah selanjutnya,” jelasnya.</p>
<p>Namun, Wulan Yayang menambahkan bahwa dirinya masih tercatat sebagai Kapus di sistem digital BKN.<br />
“Walaupun sudah serah terima, saya masih punya tugas menilai E-Kinerja staf. Secara sistem, saya masih Kapus,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kompas Birokrasi Kabupaten Kupang Kupang: Antara Arah Lurus dan Gelombang Kepentingan</title>
		<link>https://timor-raya.com/opini/kompas-birokrasi-kabupaten-kupang-kupang-antara-arah-lurus-dan-gelombang-kepentingan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 03:27:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli hukum tata negara]]></category>
		<category><![CDATA[ahli ilmu pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Johanes Tuba Helan]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Pasca Pelantikan 1.041 Pejabat Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[Fungsional]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas Oleh Bupati Kupang Yosef lede pada 30/12/2025 Anomali Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kompas Birokrasi Kabupaten Kupang Kupang: Antara Arah Lurus dan Gelombang Kepentingan]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Ryaas Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frits Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Para Ahli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2757</guid>

					<description><![CDATA[Editorial Redaksi Timor Raya Seperti kapal besar yang berlayar di lautan luas, birokrasi adalah kompas&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Editorial Redaksi Timor Raya</strong></em></p>
<p>Seperti kapal besar yang berlayar di lautan luas, birokrasi adalah kompas yang menentukan arah. Kapal bisa saja megah dengan layar berkibar, tetapi tanpa kompas yang jelas, ia akan tersesat di tengah gelombang kepentingan. Pelantikan pejabat di Kabupaten Kupang pada penghujung 2025 adalah momen penting: apakah kompas birokrasi kita masih lurus, atau sudah mulai berputar tanpa arah?</p>
<p style="padding-left: 40px;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2758" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614727840.png" alt="" width="650" height="650" srcset="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614727840.png 650w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614727840-60x60.png 60w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><br />
<strong>Fakta Pasca Pelantikan 1.041 Pejabat Administrator, Fungsional,Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas Oleh Bupati Kupang Yosef lede pada 30/12/2025</strong></p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>Anomali Birokrasi</strong><br />
Pasca pelantikan, publik mencatat sejumlah kejanggalan:<br />
&#8211; Ada dua orang menerima SK untuk satu jabatan, menimbulkan dualisme kewenangan.<br />
&#8211; Belasan pejabat dilantik pada dinas dan bagian yang sudah digabungkan sesuai amanat Perda No. 1 Tahun 2025.<br />
&#8211; Ada pejabat yang belum diberhentikan tetapi diminta serah terima jabatan, sementara sebagian menolak karena merasa belum ada SK pemberhentian.<br />
&#8211; Jumlah camat yang dilantik melebihi jumlah kecamatan (24), menimbulkan pertanyaan serius tentang validitas pelantikan.</p>
<p>Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie,</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2759" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614713894.png" alt="" width="650" height="650" srcset="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614713894.png 650w, https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2026/01/copilot_image_1768614713894-60x60.png 60w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Terhadap Keteledoran proses mutasi sebelum pelantikan dan paskah pelantikan telah diakui sehingga Bupati Kupang melalui Kepala BKPSDM Kabupaten Kupang, Semuel Tinenti, telah menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan dalam pelantikan tersebut, kepada media ketika diwawancara pada hari Senin 12/01/2026</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Akademisi Undana, Kini Giliran Akademisi UKAW Kupang minta Bupati batalkan pelantikan Tanpa Pertek</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/setelah-akademisi-undana-kini-giliran-akademisi-ukaw-kupang-minta-bupati-batalkan-pelantikan-tanpa-pertek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 13:32:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[angkat bicara. Ia meminta Bupati Kupang Yosef Lede membatalkan pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati berpotensi merusak karier ASN yang dilantik]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kini Giliran Akademisi UKAW Kupang minta Bupati batalkan pelantikan Tanpa Pertek]]></category>
		<category><![CDATA[MH]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frids Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Van Frits Kapitan]]></category>
		<category><![CDATA[Setelah Akademisi Undana]]></category>
		<category><![CDATA[SH.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2698</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang, &#8211; Seperti sebuah kapal besar yang berlayar tanpa kompas, pelantikan 1.041 pejabat di&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Kupang, &#8211; Seperti sebuah kapal besar yang berlayar tanpa kompas, pelantikan 1.041 pejabat di Kabupaten Kupang pada 30 Desember 2025 kini menjadi sorotan. Kapal itu memang berangkat dengan semangat perubahan, namun arah yang dituju ternyata belum jelas karena tidak adanya Pertimbangan Teknis (Pertek) perorangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Rian Van Frits Kapitan, SH, MH, angkat bicara. Ia meminta Bupati Kupang Yosef Lede membatalkan pelantikan tersebut demi menyelamatkan karier Aparatur Sipil Negara</strong> (ASN) yang dilantik. Kapitan yang juga Advokat pada Kongres Advokat Indonesia (KAI) menilai, pelantikan tanpa Pertek perorangan berpotensi menimbulkan masalah serius.</p>
<p>“<em>Bupati berpotensi merusak karier ASN yang dilantik</em>. Sesuai Perpres No. 116 Tahun 2022 dan Peraturan BKN No. 5 Tahun 2019, ASN yang dilantik tanpa Pertek berpotensi diblokir data kepegawaiannya. Jika sanksi ini diterapkan BKN, maka karier ASN tersebut menjadi tidak jelas,” tegas Kapitan.</p>
<p>Ia juga mengingatkan agar ASN yang belum memperoleh Pertek menahan diri untuk membuat kebijakan atau terlibat dalam kegiatan yang mengakibatkan pengeluaran uang negara maupun daerah. “Karena suatu waktu dapat dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, dengan rasionalisasi bahwa ASN tersebut tidak sah dalam jabatan itu sehingga tidak berwenang melakukan perbuatan hukum yang mengakibatkan uang negara digunakan,” jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
