<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sanksi BKN masih misteri &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/sanksi-bkn-masih-misteri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Feb 2026 11:53:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>sanksi BKN masih misteri &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepala BKN Bungkam soal Dugaan Pemkab Kupang Mendapat Sanksi karena Pelantikan Melanggar NSPK</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/kepala-bkn-bungkam-soal-dugaan-pemkab-kupang-mendapat-sanksi-karena-pelantikan-melanggar-nspk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 04:04:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Kepegawaian Negara (BKN) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh]]></category>
		<category><![CDATA[BKN Diam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang di Tengah Awan Gelap Pelantikan ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BKN]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BKN Bungkam soal Dugaan Pemkab Kupang Mendapat Sanksi karena Pelantikan Melanggar NSPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mateldius Sanam]]></category>
		<category><![CDATA[menegaskan bahwa belum ada surat resmi dari BKN terkait sanksi.]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantikan 1.041 ASN tanpa Pertek perorangan memicu dugaan pelanggaran NSPK]]></category>
		<category><![CDATA[sanksi BKN masih misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3054</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Kupang di Tengah Awan Gelap Pelantikan ASN, BKN Diam, Pelantikan 1.041 ASN tanpa Pertek&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kabupaten Kupang di Tengah Awan Gelap Pelantikan ASN, BKN Diam, Pelantikan 1.041 ASN tanpa Pertek perorangan memicu dugaan pelanggaran NSPK, sanksi BKN masih misteri</strong></em></p>
<p>Jakarta, &#8212; Seperti Pesawat yang Lepas Landas Tanpa Rencana Penerbangan<br />
Seperti sebuah pesawat yang nekat lepas landas tanpa rencana penerbangan resmi, pelantikan 1.041 pejabat di Kabupaten Kupang pada 30 Desember 2025 kini menjadi sorotan. Tanpa dokumen perizinan yang lengkap, pesawat itu mungkin bisa terbang sebentar, tetapi risiko turbulensi dan pendaratan darurat selalu mengintai. Begitulah gambaran pelantikan massal ASN yang diduga melanggar Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p>Bungkamnya <strong>Kepala BKN</strong>,<br />
Media mencoba mengonfirmasi kepada <strong>Kepala BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh</strong>, terkait informasi yang diperoleh media ini dari sumber yang cukup dipercaya bahwa telah ada dari BKN  &#8220;dugaan sanksi yang dijatuhkan kepada Pemkab Kupang&#8221;. Pesan WhatsApp yang dikirim pada 6 Februari 2026 hanya terbaca oleh Prof. Dr. Zudan tanpa balasan. Padahal sebelumnya, pada 21 Januari 2026, <strong>Prof. Zudan</strong> sempat menyatakan bahwa BKN sedang menelusuri kasus ini secara seksama. Ia menegaskan, bila pelantikan tidak sesuai NSPK, maka akan dilakukan koreksi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
