<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>semakin besar ancaman banjir birokrasi &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/semakin-besar-ancaman-banjir-birokrasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jan 2026 13:52:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>semakin besar ancaman banjir birokrasi &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kabupaten Kupang dalam Gerakan Tutup Mulut</title>
		<link>https://timor-raya.com/opini/kabupaten-kupang-dalam-gerakan-tutup-mulut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 13:50:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[1.041 pejabat menunggu SK yang tak kunjung datang. Diamnya pemimpin ibarat menahan arus sungai: semakin lama ditahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak – Materil dan Inmateril]]></category>
		<category><![CDATA[Eko Patrio]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang dalam Gerakan Tutup Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Luna Mayayang]]></category>
		<category><![CDATA[semakin besar ancaman banjir birokrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2645</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi Timor Raya 1.041 pejabat menunggu SK yang tak kunjung datang. Diamnya pemimpin ibarat menahan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Redaksi Timor Raya</strong></p>
<p><strong><em>1.041 pejabat menunggu SK yang tak kunjung datang. Diamnya pemimpin ibarat menahan arus sungai: semakin lama ditahan, semakin besar ancaman banjir birokrasi</em></strong>.</p>
<p>Air yang ditahan alirannya akan mencari celah. Semakin lama bendungan menutup rapat pintu air, semakin besar tekanan yang menumpuk di baliknya. Begitulah kondisi birokrasi Kabupaten Kupang saat ini: Aksi Gerakan Tutup Mulut (AGTM) dari Bupati Kupang, Yosef Lede, dan Kepala BKPSDM Kabupaten Kupang, Semuel Tinenty terkait pembagian SK pelantikan 1.041 pejabat.</p>
<p>Tanggal 30 Desember 2025 seharusnya menjadi momentum penting, namun yang terjadi justru keheningan. SK tak kunjung dibagikan, dan birokrasi kini terjebak dalam genangan ketidakpastian.</p>
<p><strong>Fakta Lapangan</strong><br />
&#8211; Jumlah Pejabat: 1.041 orang menunggu SK.<br />
&#8211; Posisi Strategis: Administrator, fungsional, kepala sekolah, kepala puskesmas, camat, lurah.<br />
&#8211; Tanggal Penting: 30 Desember 2025 dijanjikan sebagai hari pembagian SK.<br />
&#8211; Realitas: Hingga kini, SK belum turun, menimbulkan ketidakpastian hukum dan administratif.</p>
<p><strong>Suara ASN</strong><br />
Di balik angka ribuan, ada wajah-wajah ASN yang menanggung beban. Seorang Ibu yang telah dilantik sebut saja <strong>Luna Mayayang</strong> sudah dilantik ketika dihubungi pertelepon berkata lirih:<br />
“Kami sudah berdiri di podium pelantikan, tangan kami sudah bersumpah. Tapi tanpa SK, kami seperti bayangan tanpa tubuh. Bagaimana kami bisa memimpin sekolah dengan legitimasi yang kosong?”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
