<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seorang Laki Laki muda dari Kabupaten Kupang &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/seorang-laki-laki-muda-dari-kabupaten-kupang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Dec 2025 16:30:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Seorang Laki Laki muda dari Kabupaten Kupang &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lilin yang Padam, Perahu yang Berlayar: Nasib 8.000 Pendamping Koperasi Merah Putih Pasca Kontrak</title>
		<link>https://timor-raya.com/ekonomi/lilin-yang-padam-perahu-yang-berlayar-nasib-8-000-pendamping-koperasi-merah-putih-pasca-kontrak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 15:55:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[adalah satu dari 8.000 Pendamping Bisnis Administrasi yang direkrut Kementerian Koperasi dan UKM sejak Oktober 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Dimensi Sosial dan Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan dan Peluang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkop dan UKM akan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Alan di Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[kisah Maria menggambarkan harapan dan kegelisahan yang dirasakan banyak pendamping di seluruh Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrak ribuan pendamping bisnis Koperasi Merah Putih berakhir 31 Desember 2025. Di Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Lilin yang Padam]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu yang Berlayar: Nasib 8.000 Pendamping Koperasi Merah Putih Pasca Kontrak]]></category>
		<category><![CDATA[Seorang Laki Laki muda dari Kabupaten Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2451</guid>

					<description><![CDATA[Kontrak ribuan pendamping bisnis Koperasi Merah Putih berakhir 31 Desember 2025. Di Kupang, kisah Alan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kontrak ribuan pendamping bisnis Koperasi Merah Putih berakhir 31 Desember 2025. Di Kupang, kisah Alan menggambarkan harapan dan kegelisahan yang dirasakan banyak pendamping di seluruh Indonesia</strong></em>.</p>
<p><strong>Kupang,NTT</strong>,&#8211;Seperti <strong>perahu kecil yang diturunkan ke laut</strong> dengan <strong>layar seadanya</strong>, para <strong>pendamping Koperasi Merah Putih berlayar di tengah ombak ketidakpastian. Mereka diberi tugas mulia</strong>: menuntun koperasi desa yang baru lahir agar bisa berdiri tegak, meski waktu yang mereka miliki hanya sekejap—tiga bulan.</p>
<p><strong>Kisah Alan di Kupang, Seorang Laki Laki muda dari Kabupaten Kupang, NTT, adalah satu dari 8.000 Pendamping Bisnis Administrasi yang direkrut Kementerian Koperasi dan UKM sejak Oktober 2025</strong>. Setiap hari ia mendampingi Koperasi Merah Putih di desa-desanya:<br />
&#8211; Mengajarkan pencatatan simpan-pinjam sederhana.<br />
&#8211; Membantu warga menata pembukuan koperasi.<br />
&#8211; Meyakinkan ibu-ibu agar percaya koperasi bisa menjadi jalan keluar dari jerat utang harian.</p>
<p>Bagi Alan, <strong>kontrak ini bukan sekadar pekerjaan</strong>. “Saya ingin koperasi ini benar-benar hidup, bukan hanya papan nama di kantor desa,” ujarnya. Namun, di balik semangat itu, ada kegelisahan: kontraknya akan berakhir pada 31 Desember 2025. “Setelah ini, apakah saya kembali jadi pengangguran?” katanya lirih.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
