<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tetapi juga cara. &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/tetapi-juga-cara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Dec 2025 01:45:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>tetapi juga cara. &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Orang Pintar yang Bicara vs Orang yang Pintar Bicara</title>
		<link>https://timor-raya.com/opini/orang-pintar-yang-bicara-vs-orang-yang-pintar-bicara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 01:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[“Words account for only 7% of meaning]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli komunikasi Albert Mehrabian menekankan bahwa dalam komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[bukan sekadar bunyi.]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Pintar yang Bicara vs Orang yang Pintar Bicara]]></category>
		<category><![CDATA[Plato pernah berkata: “Wise men speak because they have something to say; fools because they have to say something.” — mengingatkan bahwa esensi berbicara adalah isi]]></category>
		<category><![CDATA[tetapi juga cara.]]></category>
		<category><![CDATA[while tone of voice and body language convey the rest.” — menunjukkan bahwa kepintaran berbicara bukan hanya soal kata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2419</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi Timor Raya  Pembuka Bayangkan sebuah taman penuh bunga. Ada bunga yang indah namun tidak&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Redaksi Timor Raya </b></p>
<p><strong>Pembuka</strong><br />
Bayangkan sebuah <strong>taman penuh bunga</strong>. Ada <strong>bunga yang indah namun tidak harum</strong>, dan <strong>ada bunga yang sederhana tetapi semerbak wangi</strong>. Begitu pula <strong>manusia</strong>: ada yang <strong>memiliki pengetahuan</strong> luas (orang pintar yang bicara), <strong>namun tidak selalu mampu menyampaikannya dengan memikat</strong>; dan ada yang mungkin <strong>pengetahuannya terbatas, tetapi pandai merangkai kata sehingga pesannya menancap dalam</strong> (orang yang pintar bicara).</p>
<p><strong>Inti</strong><br />
&#8211; Orang pintar yang bicara sering kali menekankan isi, kedalaman, dan akurasi. Mereka seperti perpustakaan berjalan, kaya informasi, <strong>tetapi kadang kurang memperhatikan cara penyampaian sehingga pesan tidak selalu sampai ke hati pendengar</strong>.<br />
&#8211; <strong>Orang yang pintar bicara lebih menekankan bentuk, retorika, dan daya tarik. Mereka seperti seniman panggung, mampu membuat audiens terpesona, meski isi kadang dangkal</strong>.</p>
<p>Dalam dunia komunikasi publik, idealnya seseorang mampu menjadi keduanya: memiliki substansi sekaligus seni menyampaikan. Pengetahuan tanpa keterampilan berbicara bisa kehilangan daya jangkau, sementara keterampilan berbicara tanpa pengetahuan bisa kehilangan makna.</p>
<p><strong>Kutipan Filsafat &amp; Komunikasi</strong><br />
&#8211; <strong>Plato pernah berkata:</strong> “Wise men speak because they have something to say; fools because they have to say something.” — <strong>mengingatkan bahwa esensi berbicara adalah isi, bukan sekadar bunyi.</strong><br />
&#8211; Ahli komunikasi <strong>Albert Mehrabian</strong> menekankan bahwa dalam komunikasi, “Words account for only 7% of meaning, while tone of voice and body language convey the rest.” — <strong>menunjukkan bahwa kepintaran berbicara bukan hanya soal kata, tetapi juga cara.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
