<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>untuk segera merombak regulasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menyusul maraknya dugaan korupsi dana BOS di wilayah NTT. &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/untuk-segera-merombak-regulasi-pengelolaan-dana-bantuan-operasional-sekolah-bos-menyusul-maraknya-dugaan-korupsi-dana-bos-di-wilayah-ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Feb 2026 04:21:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>untuk segera merombak regulasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menyusul maraknya dugaan korupsi dana BOS di wilayah NTT. &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pesawat Pendidikan NTT Terjebak Turbulensi Dana BOS</title>
		<link>https://timor-raya.com/pendidikan/pesawat-pendidikan-ntt-terjebak-turbulensi-dana-bos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 04:21:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Guru NTT desak Menteri Keuangan rombak regulasi Dana BOS untuk mencegah kebocoran anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Jusup KoeHoea]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Forum Guru Nusa Tenggara Timur (NTT)]]></category>
		<category><![CDATA[khususnya Pasal 2 dan Pasal 52]]></category>
		<category><![CDATA[mendesak Menteri Keuangan Republik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat Pendidikan NTT Terjebak Turbulensi Dana BOS]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[untuk segera merombak regulasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menyusul maraknya dugaan korupsi dana BOS di wilayah NTT.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=3019</guid>

					<description><![CDATA[Forum Guru NTT desak Menteri Keuangan rombak regulasi Dana BOS untuk mencegah kebocoran anggaran. Seperti&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Forum Guru NTT desak Menteri Keuangan rombak regulasi Dana BOS untuk mencegah kebocoran anggaran</strong>.</p>
<p>Seperti sebuah pesawat yang berangkat dengan penuh harapan, pendidikan di Nusa Tenggara Timur seharusnya melaju mulus menuju langit cerah. Namun, perjalanan itu kerap terhenti di tengah awan gelap penuh turbulensi. Dana BOS, yang mestinya menjadi bahan bakar utama, justru sering bocor di jalan, menimbulkan guncangan yang merusak arah penerbangan pendidikan.</p>
<p><strong>Kupang, 1 Februari 2026 — Ketua Forum Guru Nusa Tenggara Timur (NTT), Jusup KoeHoea, mendesak Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk segera merombak regulasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menyusul maraknya dugaan korupsi dana BOS di wilayah NTT.</strong></p>
<p>Menurut <strong>Jusup</strong>, sejumlah kasus penyelewengan <strong>dana</strong> <strong>BOS</strong> telah berujung pada proses hukum dan pemidanaan oknum di tingkat sekolah. Ia menilai bahwa akar persoalan bukan semata pada individu, melainkan pada sistem pengelolaan anggaran yang masih membuka ruang besar bagi penyalahgunaan.</p>
<p>“Jika dana pendidikan masih dikelola dalam bentuk uang tunai di tingkat sekolah, maka potensi korupsi akan selalu berulang. Ini bukan hanya soal integritas personal, tetapi kegagalan sistem,” ujar Jusup KoeHoea.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
