<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wakil Menteri (Wamen) Sosial Agus Jabo &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/wakil-menteri-wamen-sosial-agus-jabo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Mar 2025 11:28:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Wakil Menteri (Wamen) Sosial Agus Jabo &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur NTT dan Bupati Flores Timur Sepakat dengan Pemerintah Pusat Bangun Hunian Tetap Korban Erupsi Gunung Lewotobi</title>
		<link>https://timor-raya.com/tak-berkategori/gubernur-ntt-dan-bupati-flores-timur-sepakat-dengan-pemerintah-pusat-bangun-hunian-tetap-korban-erupsi-gunung-lewotobi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 11:25:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Doni Dihen]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Emanuel Melkiades Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Erupsi Gunung Lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat Bangun Hunian Tetap]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Menteri (Wamen) Sosial Agus Jabo]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam rapat ini]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen Dikdasmen Pak Atip Latipulhayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=760</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Bupati Flores Timur Pak&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Bupati Flores Timur Pak Anton Doni Dihen menghadiri rapat pembahasan penanganan pasca-erupsi Gunung Lewotobi dan Konflik Sosial Flores Timur yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pak Pratikno pada Hari Jumat, 21/3/2025.</p>
<p>Sejumlah Wakil Menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam rapat ini, Wakil Menteri (Wamen) Sosial Agus Jabo, Wamen PU Ibu Diana Kusumastuti serta Wamen Dikdasmen Pak Atip Latipulhayat dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-770" src="https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2025/03/FB_IMG_1742551848464.jpg" alt="" width="700" height="875" /></p>
<p>Menko PMK mengatakan pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT.<br />
“Pemerintah juga berupaya menuntaskan persoalan lahan hingga akses jalan untuk pembangunan hunian tetap,”Kata Praktikno</p>
<p>Kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam kesempatan ini mengatakan pihaknya menyiapkan penambahan hunian sementara (huntara) bagi warga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.</p>
<p>“Saat ini pihaknya sudah menyiapkan hunian sementara yang mampu menampung 450 KK. Akan dibangun 50 kopel lagi, jadi ada 250 KK lagi yang akan dipindahkan ke hunian sementara,” kata Suhartono.</p>
<p>Letjen Suharyanto juga menjelaskan bagi warga yang tidak bersedia tinggal di huntara, maka pemerintah menyiapkan dana tunggu harian dengan nominal sebesar Rp 600.000 per bulan untuk masa waktu 6 bulan. Jadi totalnya Rp 3.600.000.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
