<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yosef Lede: Langkah Bijak Yang di Ambil Pemkab Kupang dan DPRD Terkait Pemotongan Gaji PPPK 50% &#8211; timor-raya.com</title>
	<atom:link href="https://timor-raya.com/tag/yosef-lede-langkah-bijak-yang-di-ambil-pemkab-kupang-dan-dprd-terkait-pemotongan-gaji-pppk-50/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<description>Cahaya Timorraya Menerangi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jan 2026 02:30:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://timor-raya.com/wp-content/uploads/2024/09/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Yosef Lede: Langkah Bijak Yang di Ambil Pemkab Kupang dan DPRD Terkait Pemotongan Gaji PPPK 50% &#8211; timor-raya.com</title>
	<link>https://timor-raya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mesak Mbura : Pembahasan KUA-PPAS dan Anggaran Induk 2026, Tidak ada Pemotongan Gaji PPPK</title>
		<link>https://timor-raya.com/hukum-kriminal/mesak-mbura-pembahasan-kua-ppas-dan-anggaran-induk-2026-tidak-ada-pemotongan-gaji-pppk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[timor-raya.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 01:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Keuangan Republik Indonesia mengatakan bahwa Isu Pemotongan gaji PPPK adalah Hoax yang Meresahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Mesak Mbura : Pembahasan KUA-PPAS dan Anggaran Induk 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak ada Pemotongan Gaji PPPK]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede: Langkah Bijak Yang di Ambil Pemkab Kupang dan DPRD Terkait Pemotongan Gaji PPPK 50%]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://timor-raya.com/?p=2207</guid>

					<description><![CDATA[Mesak Mbura : Pembahasan KUA-PPAS dan Anggaran Induk 2026, Tidak ada Pemotongan Gaji PPPK Kupang,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mesak Mbura : Pembahasan KUA-PPAS dan Anggaran Induk 2026, Tidak ada Pemotongan Gaji PPPK</strong></p>
<p><strong>Kupang, NTT — Isu pemotongan gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebesar 50 persen di Kabupaten Kupang</strong> menuai <strong>sorotan.</strong> Politisi Partai Perindo yang juga anggota DPRD Kabupaten Kupang dari fraksi gabungan Perindo–NasDem, Mesak Mbura, angkat bicara menepis kabar tersebut.</p>
<p>Dalam keterangannya, Mesak menegaskan bahwa anggaran yang telah dibahas bersama <strong>DPRD Kabupaten Kupang</strong> mengarah pada belanja prioritas, termasuk belanja pegawai.</p>
<p>“Belanja gaji pokok PPPK tahap 1-2 adalah Rp76,34 miliar. Ditambah belanja tunjangan keluarga Rp7,6 miliar, total Rp84 miliar. Itu untuk gaji PPPK tahun 2026 sesuai rancangan yang diajukan pemerintah. Kami berkomitmen agar belanja RAPB 2026 fokus pada kebutuhan mendasar masyarakat: pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, termasuk belanja gaji ASN dan PPPK,” ujar Mesak Mbura kepada media Timor Raya, Jumat,5/12/2025</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejak <strong>pembahasan KUA-PPAS, sidang komisi, sidang Banggar, hingga sidang paripurna, tidak pernah ada pembahasan mengenai pemangkasan anggaran untuk PPPK sebesar 50 persen</strong>.</p>
<p>“Dalam politik anggaran, harus berpihak pada kepentingan rakyat. Informasi pemotongan gaji 50 persen itu tidak benar dan sangat disayangkan, karena para pegawai PPPK punya tanggung jawab sosial menghidupi keluarga dan sanak saudara,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
