Menanggapi arahan tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta dinas terkait untuk mengidentifikasi lahan potensial. Tak hanya itu, Pemprov NTT juga berencana membentuk Satgas Pangan khusus guna mempercepat realisasi program ini.
“Ini adalah kesempatan besar bagi NTT untuk bangkit sebagai daerah penghasil pangan utama. Kami akan bekerja sama dengan semua pihak dan memastikan program ini berjalan dengan sukses. Dalam waktu dekat kami akan melaporkan ke Pak Menteri,” tegas Gubernur Melki.
Disebutkan Gubernur Melki Laka Lena, Pembangunan pertanian di NTT akan menjadi fokus Pemprov yang digarap bersama semua Kabupaten. “Tidak boleh ada ego sektoral atau ego kedaerahan berbasis Kabupaten,” ujarnya.
Untuk diketahui, luas lahan Pertanian di NTT, menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, luas lahan sawah fungsional di NTT mencapai 155.000 hektar, sementara luas lahan jagung sekitar 102.000 hektar.
Program Penanaman Jagung sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional, pada Januari 2025, NTT turut serta dalam program “Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare” yang dilaksanakan di berbagai wilayah, termasuk Desa Baumata Utara, Kabupaten Kupang.
