Dr. Teddy Apresiasi Komitmen NTT, Sukseskan Program Cetak Sawah Rakyat, Terwujud di Kupang

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya/Lot

Kupang Timur, –Seperti pesawat tempur yang hanya bisa melesat jika seluruh sistem bekerja serentak—pilot, radar, mesin, dan senjata—demikian pula program pangan di NTT. Tanpa koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani, pesawat itu akan gagal lepas landas. Tetapi ketika semua komponen bergerak bersama, misi swasembada bisa melesat di langit Nusantara.

Kisah Petani Manusak: Menanam Harapan
Di Desa Manusak, Kupang Timur, matahari pagi menyorot wajah Pak Yohanis, seorang petani yang tangannya penuh lumpur. Ia menancapkan bibit padi dengan senyum tipis. “Ini bukan sekadar padi,” katanya, “ini harapan anak-anak kami agar tidak lagi pergi jauh mencari makan.”

Sawah yang ia garap adalah bagian dari 500 hektar cetak sawah rakyat yang baru saja terwujud di Kabupaten Kupang. Program ini menargetkan 2.500 hektar di seluruh NTT tahun ini. Bagi Pak Yohanis, tanah baru ini bukan sekadar lahan, melainkan landasan masa depan.

Fakta Lapangan & Apresiasi Kementan

Dalam acara tanam padi serentak se-NTT, Dr. Teddy Dirhamsyah, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan, menyampaikan:
“Kami dari Kementerian Pertanian mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah Provinsi NTT, Kabupaten Kupang, dan para bupati di wilayah NTT. Ini adalah bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.”

Pos terkait