1. Pengurangan angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem.
2. Penurunan angka stunting sebagai prioritas utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
3. Pengendalian inflasi daerah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
4. Penguatan ketahanan pangan masyarakat guna meningkatkan kemandirian ekonomi.
5. Peningkatan mutu pendidikan dan derajat kesehatan, sebagai faktor kunci pembangunan manusia.
6. Peningkatan kuantitas dan kualitas komoditi unggulan daerah, guna meningkatkan daya saing ekonomi.
7. Pembangunan infrastruktur dasar dan ekonomi yang berbasis lingkungan dan kebencanaan, untuk memastikan pembangunan berkelanjutan.
8. Reformasi birokrasi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik.
Eduard Markus Lioe juga menegaskan, dalam penyusunan program pembangunan 2026, setiap usulan harus berorientasi pada solusi atas permasalahan mendasar yang dihadapi daerah.
“Pembangunan harus terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berpikir arif dan bijaksana dalam merumuskan prioritas pembangunan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan “Timor Tengah Selatan yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera,” Bupati Markus menegaskan bahwa ada enam misi utama yang akan menjadi fokus pembangunan:
