Ia juga menambahkan bahwa penduduk miskin di Sumba sangat membutuhkan dukungan konkret agar bisa mandiri secara ekonomi. Menurutnya, Bank NTT memiliki potensi besar untuk menjadi katalisator perubahan ekonomi di wilayah tersebut.
Harapan untuk Kolaborasi dan Aksi Nyata
Sebagai tokoh muda yang aktif di organisasi kemasyarakatan seperti PMKRI dan Pemuda Katolik, Antonius menilai bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan daerah, pemerintah, dan masyarakat sipil sangat penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Diperlukan sinergi antara semua pihak, termasuk Bank NTT, untuk membangun Sumba yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Dengan pernyataan ini, Antonius berharap Bank NTT dapat segera merumuskan program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Sumba.





