Dalam arahannya, ia juga meminta Bank NTT untuk memperkuat pembiayaan sektor riil khususnya pertanian, perkebunan, peternakan, dan UMKM yang menjadi tumpuan utama ekonomi masyarakat NTT. “Kalau Bank NTT serius menyalurkan kredit produktif dan mengelola KUR dengan baik, pertumbuhan ekonomi kita bisa terus stabil di atas 5 persen,” ujarnya optimistis.
Gubernur pun menyampaikan apresiasi kepada Bank Jatim atas dukungan selama masa transisi Bank NTT, namun menegaskan bahwa kemitraan itu harus menjadi ajang pembelajaran untuk memperkuat sistem dan SDM lokal, bukan sekadar dukungan modal.
Menutup pertemuan, Gubernur NTT mengajak seluruh jajaran Bank NTT untuk menanamkan semangat baru dalam bekerja: bersih, modern, dan berorientasi pada pelayanan rakyat.
“Kalau Bank NTT sehat, yang pertama menikmati hasilnya adalah para pegawai dan masyarakat NTT sendiri. Mari kita jadikan Bank NTT lebih dekat dengan hati rakyat dan lebih hadir dalam denyut ekonomi Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya





