Defisit 319 M, Pesawat APBD Hadapi Turbulensi, PPPK: Kami Penumpang, Pemerintah, DPRD Pilot dan Kopilot 

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya
Gambar tersebut menampilkan pesawat besar yang hendak lepas landas dengan bahan bakar terbatas, dikelilingi awan gelap turbulensi, sebagai simbol defisit anggaran yang membayangi jalur fiskal Kabupaten Kupang. Pesawat digambarkan berusaha menembus awan menuju langit cerah—sebuah metafora harapan akan solusi yang segera ditemukan.

Suara Hati Ribuan PPPK Bergema di Alun-Alun Civic Center, Bupati Kupang Yosef Lede Tegaskan Gaji Dibayar Normal Sambil menyiapkan Strategi Fiskal

Seperti sebuah pesawat yang hendak lepas landas dengan bahan bakar terbatas, Pemerintah Kabupaten Kupang kini menghadapi turbulensi keuangan yang cukup berat. Defisit anggaran sebesar Rp319 miliar menjadi awan gelap yang menutupi jalur penerbangan fiskal daerah. Beban ini muncul dari akumulasi defisit Transfer Keuangan Daerah dari pusat tahun 2026 sebesar Rp135 miliar ditambah tanggung jawab baru pembayaran gaji PPPK senilai Rp224 miliar, yang sebelumnya ditanggung pemerintah pusat namun kini harus diakomodasi oleh APBD Kabupaten Kupang.

Pertemuan Hangat: Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius S. J. Sanam Minta Solusi, PPPK Menyampaikan Aspirasi

Dalam pertemuan antara pemerintah daerah dengan perwakilan PPPK, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Mateldius S.J. Sanam menyampaikan kondisi keuangan yang menantang. Dengan APBD 2026 sebesar Rpm 1,2 triliun, Dana Jauh Logik Rp. 629 miliar, dan kebutuhan wajib mencapai Rp. 764 miliar, ruang fiskal semakin sempit. Sekda pun meminta masukan dari para PPPK.

Perwakilan PPPK yang mewakili 4.179 rekan kerja hadir menyampaikan suara hati:

Pos terkait