Tragedi di Kali Watuwogat: Hilangnya Senyum Seorang Siswi, Gitar yang tak pernah Kembali
Sikka, NTT — Seperti aliran sungai yang tenang namun menyimpan arus berbahaya, kehidupan STN (14), siswi SMP MBC Ohe, berakhir tragis di balik janji sederhana mengambil gitar. Hilangnya senyum seorang anak menjadi luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Sikka.
Kronologi Hilangnya Korban
– Jumat (20/2/2026), STN pamit dari rumahnya di Dusun Romanduru untuk mengambil gitar yang dipinjam seorang teman, FRG (16), kakak kelasnya.
– Hingga malam, korban tak kembali. Pihak keluarga mencari ke rumah kerabat dan lingkungan sekitar, namun hasilnya nihil.
– Minggu (22/2/2026), keluarga melaporkan kehilangan ke Polsek Kewapante. Aparat bersama warga melakukan penyisiran.
– Senin (23/2/2026), warga menemukan jasad korban tertutup bambu dan daun di Kali Watuwogat. Tim Inafis Polres Sikka segera melakukan olah TKP dan evakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.
Motif dan Fakta Hukum
Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga, menjelaskan:
“Peristiwa ini terjadi di rumah FRG. Korban sempat dipaksa melakukan hubungan badan. Saat korban mengancam akan melaporkan, pelaku merampas telepon genggam korban dan kemudian menganiaya dengan sebilah parang bekas membelah durian. Luka di leher dan kepala menyebabkan korban meninggal di tempat.”





