Badan Anggaran DPRD Provinsi NTT menyampaikan laporan hasil pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2026 dalam Sidang Paripurna yang digelar pada pertengahan September 2026. Hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dan menggambarkan tekanan berat pada keuangan daerah.
Pendapatan Asli Daerah menjadi pos yang paling terguncang. Dari target awal Rp2.733 triliun dipangkas drastis sebesar Rp633 miliar sehingga turun menjadi tepat Rp2.100 triliun. Penurunan lebih dari seperempat PAD ini menjadi pemicu utama turbulensi di seluruh struktur anggaran. Sementara itu Pendapatan Transfer bertambah Rp25 miliar dan Lain lain Pendapatan muncul sebesar Rp47 miliar, namun kenaikan ini jauh tidak mampu menutup lubang penurunan PAD. Akibatnya total pendapatan turun dari Rp5.552 triliun menjadi Rp4.991 triliun, berkurang Rp560 miliar rupiah.
Di sisi belanja, terjadi pergeseran yang mencolok. Belanja Operasi yang menjadi urat nadi pelayanan harian pemerintahan dipangkas paling besar yaitu Rp320 miliar, dari Rp4.399 triliun menjadi Rp4.079 triliun. Sebaliknya Belanja Operasi justru bertambah Rp19 miliar, dan yang paling mencolok Belanja Tidak Terduga melonjak luar biasa dari Rp8 miliar menjadi Rp77 miliar atau naik hampir 8 kali lipat. Peningkatan ini menunjukkan adanya ketidakpastian dan kebutuhan dana darurat yang mendesak di tahun berjalan. Belanja Transfer juga turun Rp41 miliar menjadi Rp665 miliar.





