GAMKI TTS lahir sejak 1996, kini tegak dengan program nyata. Di balik Konsolidasi, tersembunyi tugas berat: 15.000 anak usia sekolah terhambat ekonomi dan jarak. Sarjana mengajar, bimbingan belajar gratis, api harapan mulai dinyalakan di desa-desa.
Ibarat benih yang ditanam di tanah yang kering dan berbatu, namun tidak pernah berhenti berjuang untuk tumbuh. Benih itu berkecambah, bertunas, dan kini mulai memberi naungan. Begitulah GAMKI Kabupaten Timor Tengah Selatan — lahir sejak 1996, tumbuh di tengah tantangan yang berat, namun hari ini kembali diperkokoh untuk menjadi pohon yang meneduhi masa depan anak-anak TTS. Di saat banyak orang melihat angka 15.000 anak yang tidak bersekolah sebagai beban yang terlalu berat untuk diangkat, GAMKI justru melihatnya sebagai ladang yang harus digarap, benih yang harus disiram, dan masa depan yang harus diperjuangkan.
SOE– TIMOR-RAYA — Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Timor Tengah Selatan secara resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Ketua DPC GAMKI TTS, Albinus Kase, menyatakan Rakercab ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah hukum dan organisasi untuk memperkuat langkah nyata berupa Program Organisasi untuk menghadapi tantangan besar di bidang pendidikan di TTS. Diungkapkan bahwa hasil verifikasi terbaru dari Pemerintah TTS oleh Gamki menunjukkan sekitar 15.000 anak usia sekolah dari TK, SD, hingga SMP belum dapat bersekolah karena hambatan ekonomi, jarak, dan budaya. GAMKI berkomitmen hadir bersama Pemerintah dan membantu melalui program Sarjana Mengajar, bimbingan belajar gratis, dan kemitraan dengan pemerintah serta lembaga gereja.





