Perayaan Paskah bukan hanya mengenang kemenangan Kristus atas maut, tetapi juga menjadi moment refleksi bagi semua untuk menghidupi ajaran-Nya dalam kehidupan Nyata.
Di tengah situasi dunia yang sedang diliputi oleh konflik, kekerasan, dan perpecahan dari Papua hingga timur tengah, kita di ingatkan akan panggilan kita sebagai pembawa damai”, ungkap Wabup Kupang.
Perdamaian adalah sesuatu yang mulia dan harus di peroleh serta perjuangkan, sebagaimana yang telah di ajarkan oleh Yesus Kristus sendiri dalam Matius 5:9, “Berbahagialah Orang yang Membawa Damai, Karena Mereka akan di Sebut Anak-anak Allah”.
Menjadi pembawa damai berarti menghadirkan pengharapan di tengah keputusan, menawarkan pengampunan di tengah luka, dan membangun jembatan di tengah perbedaan. Ini adalah tugas mulia yang di mulai dari hati yang tulus dari Keluarga, lingkungan hingga Bangsa dan Dunia.
Wabup Kupang Serukan Perdamaian Kepada Papua.
‘Saudaraku di Papua, kita adalah satu’. Kita telah lama hidup sebagai bangsa yang utuh, sejak zaman nenek moyang, sejak sumpah pemuda 1928, dan bersama dalam semangat Pancasila serta negara kesatuan Republik Indonesia”, seru Aurum.
Jangan biarkan Isu menyesatkan, memecah semuanya. Hentikan kekerasan, jauhkan tindakan anarkis, karena kekerasan hanya membawa air mata bukan keadilan. Jika ada ketidak Adilan, mari duduk bersama, bermusyawarah dalam semangat Kasih, bukan saling menyakiti.



