Loncat ke konten
Konten Spesial
Kasus Puskesmas Oesao, Tuntutan DiajukanJPU, Fakta Persidangan dan Lapangan Berbeda; Kuasa Hukum Ajukan Nota Pembelaan Hari Ini Turbulensi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Ancam Kelancaran Eksekusi APBD Se‑Indonesia Dadan Hindayana Dijemput Kejagung Seusai Dicopot Prabowo, Kantor BGN Digeledah Terkait Dugaan Penyimpangan MBG IKKEF Jajaki Kerja Sama Sosial dan Ekonomi dengan Bank NTT, Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Ende Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Bank NTT Perkuat Commitmen Wujudkan Keadilan Sosial Lewat Layanan Inklusif
Beranda Opini Orang Pintar yang Bicara vs Orang yang Pintar Bicara

Orang Pintar yang Bicara vs Orang yang Pintar Bicara

timor-raya.com
21 Desember 202521 Desember 2025Dibaca 55 Kali
Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Redaksi Timor Raya 

Pembuka
Bayangkan sebuah taman penuh bunga. Ada bunga yang indah namun tidak harum, dan ada bunga yang sederhana tetapi semerbak wangi. Begitu pula manusia: ada yang memiliki pengetahuan luas (orang pintar yang bicara), namun tidak selalu mampu menyampaikannya dengan memikat; dan ada yang mungkin pengetahuannya terbatas, tetapi pandai merangkai kata sehingga pesannya menancap dalam (orang yang pintar bicara).

Inti
– Orang pintar yang bicara sering kali menekankan isi, kedalaman, dan akurasi. Mereka seperti perpustakaan berjalan, kaya informasi, tetapi kadang kurang memperhatikan cara penyampaian sehingga pesan tidak selalu sampai ke hati pendengar.
– Orang yang pintar bicara lebih menekankan bentuk, retorika, dan daya tarik. Mereka seperti seniman panggung, mampu membuat audiens terpesona, meski isi kadang dangkal.

Dalam dunia komunikasi publik, idealnya seseorang mampu menjadi keduanya: memiliki substansi sekaligus seni menyampaikan. Pengetahuan tanpa keterampilan berbicara bisa kehilangan daya jangkau, sementara keterampilan berbicara tanpa pengetahuan bisa kehilangan makna.

Kutipan Filsafat & Komunikasi
– Plato pernah berkata: “Wise men speak because they have something to say; fools because they have to say something.” — mengingatkan bahwa esensi berbicara adalah isi, bukan sekadar bunyi.
– Ahli komunikasi Albert Mehrabian menekankan bahwa dalam komunikasi, “Words account for only 7% of meaning, while tone of voice and body language convey the rest.” — menunjukkan bahwa kepintaran berbicara bukan hanya soal kata, tetapi juga cara.

Halaman: 1 2
“Words account for only 7% of meaningAhli komunikasi Albert Mehrabian menekankan bahwa dalam komunikasibukan sekadar bunyi.Orang Pintar yang Bicara vs Orang yang Pintar BicaraPlato pernah berkata: “Wise men speak because they have something to say; fools because they have to say something.” — mengingatkan bahwa esensi berbicara adalah isitetapi juga cara.while tone of voice and body language convey the rest.” — menunjukkan bahwa kepintaran berbicara bukan hanya soal kata
Sumber: Plato dan Albert Mehrabian
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya Salomiel Arnius Buraen, Anggota DPRD Kabupaten Kupang: Mata Air Oenesu
Pos berikutnya Mata Air Keruh Demokrasi: Dari Satu Kebohongan ke Rantai Kebohongan

Pos terkait

  • Menyelamatkan PPPK, Menyelamatkan Masa Depan Daerah

  • Bank NTT: Dari Menara Megah Menuju Penopang PAD

  • 9.000 PPPK Terancam Dirumahkan: Antara Efisiensi Fiskal dan Perlindungan Hak Pegawai

  • Negara Ikut Puasa, atau Minimal Berhenti Ngemil Kepercayaan Rakyat, Legalitas Sah, Kepercayaan Surut

  • Antonius Ratu Gah: Sekolah Gratis Itu Ilusi

  • Sepuluh Ribu yang Merenggut Nyawa YBR : Surat dari Gubuk Bambu di Tengah Hutan Kemiskinan

  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Jaringan Social

  • RSS
Versi Non AMP
Didukung oleh WordPress / Tema: Bloggingpro
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum Kriminal
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Opini
  • Wisata
  • Advertorial
  • . . .
    • Olahraga
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
    • Internasional
Exit mobile version