Ketua PGRI NTT, Dr. Semuel Haning: Jangan Korbankan Masa Depan Pendidikan Karena Kepentingan Politik

Reporter: NU 
| Editor: NU
Foto: Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr. Semuel Haning, SH, MH

“Minta kembalikan penempatan guru PPPK ke kampung asalnya,tidak jauh dn tidak terpisahkan dengan keluarga [istri/suami/anak ], sangat berpengaruh pada faktor psykologi guru yang berdampak kurangnya motifasi guru ,stres, menurun semangat  guru dan murid, tidak seriusnya mengajar sangat berpengaruh pada kualitas pendidikan, maka sebagai ketua PGRI NTT mendukung bupati kupang kembalikan guru PPPK kekampung asalnya masing-masing”, Pungkasnya.

 

 

Sebelumnya diberitakan media ini bahwa :

Penempatan P3K Semena-Mena Karena Politik dan Suka Tidak Suka Oleh Kadis, Bupati Kupang Yosef Lede Geram

 

Bupati Kupang Yosef Lede geram atas kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Eliazer Teuf dan jajaran atas penempatan Guru dalam SK P3K. Ditegaskannya, bahwa penempatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) khusus tenaga pendidik, tidak sesuai kebutuhan dan alamat domisili yang jelas-jelas menyulitkan para tenaga pengajar tersebut.

Pasca penyerahan SK P3K Tenaga Pendidik, Yos Lede akui selalu di datangi P3K di rumah Jabatan. Dengan pengeluhan yang sama, penempatan tidak sesuai kebutuhan dan tidak sesuai alamat domisili.

“Banyak aduan yang masuk, baik itu di datangi langsung di rumah jabatan maupun lewat WA. Ada yang sampai menangis,” tegas Lede.

Pos terkait