Usai kegiatan berbelanja, Tirsa Sede, salah seorang anak penyandang disabilitas tuna netra dari UPTD Kesos Tuna Netra Kota Kupang, membacakan puisi karyanya untuk Wapres yang berjudul “Cahaya di Dalam Hati.”
“Aku tak mampu melihat dunia, hanya gelap yang menyelimuti mata, tetapi dalam pekat yang abadi ini, aku belajar mengenali cahaya dengan hati,” ucap Tirsa membacakan bait pertama puisinya.
Dengan suara lembut dan penuh keyakinan, Tirsa menyampaikan bait demi bait puisi yang menggugah perasaan, mengajak setiap orang untuk melihat dunia melalui kedalaman rasa, bukan sekadar dari apa yang tampak oleh mata.
“Aku tak mampu melihat bayanganku, tetapi aku mengenal diriku lebih dalam, bukan dari pantulan kaca di dinding, melainkan dari langkah dan keyakinan,” lanjut Tirsa dengan nada yang tulus dan menyentuh.
Momen ini pun meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi Wapres, tetapi juga semua yang menyaksikannya. Dalam keterbatasan yang dimiliki, Tirsa justru mampu memancarkan makna sejati tentang ketangguhan, harapan, dan cahaya yang datang dari dalam jiwa.
“Terima kasih ya Tirsa, kamu pintar,” ucap Wapres





