Kehadiran Uchie sebagai putri daerah yang aktif membantu justru mendapat reaksi beragam. Beberapa akun anonim di media sosial bahkan berusaha menyerang pribadinya dengan berbagai tudingan, termasuk menyebut dirinya sebagai orang China.Menanggapi hal tersebut, Uchie tetap tenang dan tidak terganggu.
“Bagi saya, itu hal biasa. Bahkan Tuhan Yesus saja dicobai berulang kali. Saya memilih untuk menjadikannya motivasi agar terus bergerak dan berbuat baik,” kata Uchie dengan penuh keyakinan.
YNS terus berupaya memberikan bantuan secara berkelanjutan bagi korban bencana longsor di Kuatae. Tidak hanya melalui pasokan makanan, yayasan ini juga berkomitmen untuk memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan warga terdampak.
Di tengah berbagai tantangan, kepedulian yang nyata dari Uchie dan tim YNS menjadi harapan bagi para korban bencana, menunjukkan bahwa gotong royong dan solidaritas tetap hidup di tengah masyarakat.





