Mata Air Menyongsong Era Digita: Desa Pertama di Kupang Tengah

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

“Desa akan terus kami kawal hingga perangkat desa benar-benar memahami sistem kerja dan penginputan database guna menghasilkan infografis desa yang akurat,” katanya.

Ia juga memaparkan visi masa depan berupa Digital Farming, sesuai karakter Desa Mata Air sebagai desa pertanian. Alvaro mengajak desa untuk aktif mensosialisasikan digitalisasi melalui media sosial agar potensi desa terekspos lebih luas.

Suara Warga: Antara Harapan dan Kebanggaan

Seorang ibu kader Posyandu, mengaku terharu:
“Dulu kalau mau urus surat keterangan harus tinggalkan anak-anak dan menunggu lama di kantor desa. Sekarang lebih cepat, bahkan bisa dari HP. Ini sangat membantu kami para ibu.”

Sementara itu, seorang pemuda desa, Eliaser (37), melihat digitalisasi sebagai peluang baru:
“Kami anak muda bangga sekali. Desa Mata Air jadi yang pertama di Kupang Tengah. Saya berharap website desa bisa juga dipakai untuk promosi hasil pertanian dan UMKM. Jadi bukan hanya administrasi, tapi juga membuka peluang ekonomi.”

Penutup Reflektif: Dari Mata Air ke Generasi Emas

Acara ditutup dengan penandatanganan MOU antara PT. Inovasi Anak Timur dan Pemerintah Desa Mata Air. Saat sesi foto bersama berlangsung, wajah-wajah penuh harapan tampak jelas: dari perangkat desa hingga kader Posyandu, semua merasa menjadi bagian dari sejarah baru.

Pos terkait