Sekda Mateldius Sanam pastikan ASN menerima gaji pada akhir bulan Februari, sementara PPPK hampir tiga bulan belum terima hak. Ribuan keluarga mulai merasakan tekanan ekonomi dan sosial.
Kabupaten Kupang-NTT, — Layaknya pesawat yang terguncang oleh turbulensi, perjalanan keuangan Kabupaten Kupang di awal tahun anggaran 2026 membuat ribuan ASN dan PPPK harus menahan napas. Getaran ini bukan hanya angka di kas daerah, tetapi juga denyut kehidupan keluarga mereka.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, pada Senin (23/2/2026) memastikan bahwa ASN akan menerima gaji bulan Februari pada akhir bulan. Namun, PPPK masih harus menunggu setelah pembayaran ASN selesai. Kondisi ini membuat ASN baru menerima gaji satu bulan, sedangkan PPPK hampir tiga bulan belum menerima hak mereka.
Jumlah ASN dan PPPK di Kabupaten Kupang mencapai hampir 10.000 orang. Jika ditambah keluarga inti (suami/istri dan dua anak), maka sekitar 40 ribu jiwa terdampak langsung. Nilai gaji dan tunjangan yang seharusnya dibayarkan mencapai Rp40 miliar per bulan, namun masih tersimpan di rekening kas daerah.
Suara dari ASN dan PPPK
Seorang ASN di Kupang mengaku harus menunda pembayaran uang sekolah anaknya karena gaji baru cair akhir bulan. “Kami hanya bisa berharap agar pencairan tidak ditunda lagi. Anak-anak tetap butuh makan dan sekolah,” ujarnya dengan nada cemas.





