Kritik sebagai Pilar Kesopanan Politik

Reporter: NU 
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto: Ilustrasi

 

Penutup
Kritik adalah pilar kesopanan politik sekaligus vitamin bagi demokrasi. Seperti ditegaskan oleh Soekarno, Gus Dur, dan para pemikir dunia, bangsa yang besar adalah bangsa yang berani dikritik dan terbuka terhadap koreksi. Demokrasi tumbuh bukan karena pujian, melainkan karena keberanian rakyat untuk mengkritik dan kesediaan pejabat untuk menanggapi dengan terbuka.

Pejabat yang takut pada kritik sesungguhnya takut pada rakyat. Demokrasi tidak akan pernah tegak jika suara rakyat dibungkam. Kritik adalah cahaya yang menuntun politik keluar dari gelapnya kesewenang-wenangan. Menolak kritik berarti memadamkan cahaya itu.

 

Pos terkait