Zulkifli Hasan, Karung Beras dan Bayang-Bayang Hutan yang Hilang

Reporter: Nu 
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto: Foto: Zulkifli Hasan, Menko Bidang Pangan Sedang Memanggul Karung berisi Beras di Kota Padang, Dokumen www.timor-raya.com

Catatan Pinggir oleh Redaksi Timor Raya

Zulkifli Hasan memanggul karung beras di tengah banjir Padang. Sebuah gambar yang beredar luas: seorang menteri turun ke lapangan, menembus genangan air, membawa bantuan pangan untuk rakyat yang terdampak bencana. Gambar itu menyentuh, sekaligus mengusik.

Bacaan Lainnya

Saya teringat satu dekade silam, ketika Zulkifli Hasan menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Tahun 2014, ia menyetujui revisi alih fungsi kawasan hutan di Provinsi Riau menjadi lahan sawit. Keputusan itu terjadi di tengah kekosongan tata ruang daerah, membuka jalan bagi legalisasi perkebunan yang telah lebih dulu merambah kawasan hutan. Hutan-hutan yang dulu menjadi penyangga ekosistem, pelindung air, dan rumah bagi keanekaragaman hayati, perlahan berubah menjadi barisan pohon seragam: sawit.

Kini, ketika banjir datang, kita melihat air yang tak tertampung, tanah yang tak lagi mampu menyerap, dan rakyat yang kehilangan tempat tinggal. Dan di tengah semua itu, seorang menteri datang membawa beras. Apakah ini bentuk tanggung jawab? Ataukah sekadar simbolisme?

Saya tidak ingin menghakimi. Tapi saya percaya, sejarah selalu punya cara untuk menagih. Apa yang kita tanam di masa lalu, akan tumbuh dan berbuah di masa kini—entah pahit, entah manis. Ketika hutan ditebang, banjir bukan lagi kemungkinan, melainkan keniscayaan. Ketika kebijakan dibuat tanpa keberpihakan pada lingkungan, maka bencana menjadi bagian dari rutinitas.

Pos terkait