Zulkifli Hasan, Karung Beras dan Bayang-Bayang Hutan yang Hilang

Reporter: Nu 
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto: Foto: Zulkifli Hasan, Menko Bidang Pangan Sedang Memanggul Karung berisi Beras di Kota Padang, Dokumen www.timor-raya.com

Gambar Zulkifli Hasan memanggul beras itu mengingatkan saya pada kisah Nabi Nuh. Ia juga memanggul kayu, membangun bahtera, menyelamatkan umatnya dari banjir besar. Tapi ada perbedaan mendasar: banjir pada masa Nuh adalah takdir langit. Banjir hari ini, sebagian besar adalah hasil dari tangan kita sendiri.

Mungkin, dalam diamnya, Zulkifli Hasan juga sedang memanggul beban sejarah. Mungkin ia tahu, bahwa karung beras yang ia bawa bukan hanya berisi bantuan, tapi juga simbol dari apa yang telah hilang: hutan, tanah, dan kepercayaan.

Bacaan Lainnya

Rakyat tentu butuh bantuan. Tapi lebih dari itu, mereka butuh jaminan bahwa banjir tidak akan menjadi warisan tahunan. Mereka butuh pemimpin yang tidak hanya hadir saat kamera menyala, tapi juga saat keputusan penting harus diambil—keputusan yang mungkin tidak populer, tapi menyelamatkan masa depan.

Karung beras itu berat. Tapi lebih berat lagi adalah beban tanggung jawab. Dan lebih sunyi lagi adalah suara hutan yang hilang, yang tak sempat bersuara saat ditebang, tapi kini menjelma menjadi air bah yang tak bisa dibendung.

Pos terkait