“Rote Ndao adalah kabupaten pertama yang launching. Saya berharap daerah lain juga menerapkan sistem ini agar proses pembangunan dari perencanaan hingga penggunaan anggaran bisa dimonitor dengan baik,” katanya.Lebih lanjut, ia menegaskan manfaat aplikasi e-retribusi parkir dalam mencegah kebocoran pendapatan daerah.
“Dengan sistem ini, setiap transaksi petugas parkir bisa dimonitor real-time. Ini sangat membantu kami mencegah kebocoran dan meningkatkan PAD,” tegasnya.
Direktur TI dan Operasional Bank NTT, Rahmat Saleh, menambahkan bahwa digitalisasi ini merupakan bentuk dukungan Bank NTT terhadap upaya peningkatan PAD dan transparansi publik.
“Dashboard monitoring dan e-retribusi parkir adalah solusi digital Bank NTT untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan daerah,” ujarnya.
Rahmat menekankan bahwa sistem ini juga membantu daerah menekan potensi kebocoran anggaran. “Ini salah satu dukungan nyata Bank NTT untuk meningkatkan PAD sekaligus mengurangi kebocoran yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Dengan hadirnya dua aplikasi tersebut, Pemda Rote Ndao kini dapat memantau realisasi anggaran dan setoran retribusi parkir secara real-time, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong digitalisasi dan transparansi tata kelola keuangan daerah.
