Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melki Laka Lena menekankan pentingnya tata kelola yang baik dari seluruh lembaga penyalur agar KUR benar-benar berdampak bagi masyarakat luas. “KUR harus menjadi instrumen penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan tata kelola yang baik, cita-cita keadilan sosial bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR dinilai menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor perbankan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha di daerah.
KUR bukan sekadar angka pembiayaan, melainkan denyut nadi ekonomi kerakyatan. Kembalinya Bank NTT dalam skema ini menjadi tanda bahwa perbankan daerah bukan hanya menyalurkan dana, tetapi juga menyalakan obor pendampingan dan literasi. Momentum ini adalah jembatan menuju UMKM yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaya saing.
Bank NTT kembali salurkan KUR Rp350 miliar, dorong UMKM NTT naik kelas dengan pendampingan usaha dan literasi keuangan.
BankNTTKembali #KURNTT2026 #UMKMNaikKelas #EkonomiKerakyatan #SinergiPerbankan
