Sementara itu Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menegaskan bahwa peringatan Hari Indonesia Menabung bukan sekadar ajang seremonial menyimpan uang melainkan upaya membentuk karakter dan kedisiplinan finansial bagi para pelajar.
“Hari Indonesia Menabung bukan sekadar menyimpan uang tetapi membangun kebiasaan disiplin bijak mengelola keuangan serta mempersiapkan masa depan,” tegas Paulus.
Penyerahan piagam Rekor MURI secara resmi diserahkan kepada Direktur Utama PT Bank NTT Charlie Paulus. Selain penganugerahan rekor rangkaian acara Puncak Hari Indonesia Menabung NTT 2026 ini juga diisi dengan sejumlah agenda strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah.
Pertama dilakukan penyerahan simbolis buku tabungan Simpanan Pelajar kepada para perwakilan siswa di Rote Ndao. Kedua dilaksanakan penguatan program Satu Desa Satu Agen bagi para Agen Laku Pandai untuk memperluas jangkauan layanan perbankan hingga ke pelosok desa yang sulit dijangkau. Ketiga disalurkan Kredit Usaha Rakyat secara simbolis kepada debitur pelaku usaha lokal guna menggerakkan roda perekonomian daerah dari tingkat paling bawah.
Acara yang berlangsung secara hibrida ini turut dihadiri jajaran OJK pimpinan daerah kabupaten dan kota se-NTT tokoh pendidikan serta ribuan pelajar di seluruh wilayah NTT yang terhubung secara dalam jaringan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarlembaga dengan visi yang sama mampu menghasilkan dampak yang luas dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
