“Prinsipnya kreditur dan penjamin harus memiliki mekanisme untuk menjaga debitur, sehingga usaha debitur dapat berkembang dengan baik,”Lanjut Frids.
Ditambahkan Frids bahwa perkembangan yang baik dari usaha debitur akan memberi multiplier effect bagi perekonomian di NTT, sehingga pertumbuhannya dapat meningkat secara signifikan.
Harapan dari Frids Fanggidae bahwa program OVOP dari Gubernur NTT, perlu dipastikan bahwa UMKM yang terlibat dalam pengembangan komoditas unggulan pada masing-masing desa mendapatkan capacity building dan pendampingan yang memadai, sehingga kredit yang diperoleh dapat memicu perkembanghan volume usahanya.
Bank NTT Luncurkan Produk Kredit Produktif bagi Masyarakat NTT
Pelaksana Tugas Bank NTT, Yohanis Landu Praing, mengatakan bahwa Bank NTT kembali meluncurkan produk Kredit Produktif Sebagai solusi Pembiayaan modal kerja dan investasi bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur kembali hadir dengan berbagai promo,sala satunya kredit produktif merupakan solusi Pembiayaan modal Kerja dan investasi, “kata PLT Bank NTT kepada media Selasa 24 Juni 2025.
Menurut Yohanis Landu Praing bahwa ada sejumlah program kredit produktif yang diluncurkan Bank NTT adalah: Kredit Modal Kerja Proyek, Kredit Investasi pembangunan Rumah Sakit, Kredit investasi Pembangunan Rumah Ibadah, Kredit Modal Usaha Perdagangan, Kredit Investasi Tempat Usaha dan Kredit Investasi Kendaraan Bermotor dan Kredit Kendaraan Alat Berat lainya.





