Gubernur NTT Melkiades Laka Lena: Gerakan Tanam Padi Serentak Jadi Landasan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya/Lot

Data terbaru menurut Gubernur NTT menunjukkan produksi gabah kering NTT tahun ini mencapai 968.324 ton, meningkat 36,81% dibanding tahun sebelumnya. Produksi beras juga naik signifikan menjadi 567.108 ton pada 2025, meningkat 35,38% dari tahun 2024. Kota Kupang tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan lonjakan produksi hingga empat kali lipat.

Keberhasilan ini, menurut Gubernur, tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan Kementerian Pertanian yang telah memenuhi hampir semua permintaan sarana prasarana, mulai dari traktor, pompa air, irigasi, hingga rice tank center. Menteri Pertanian bahkan telah tiga kali berkunjung ke NTT untuk memastikan program berjalan konsisten.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih kepada Presiden, Wakil Presiden, para bupati, camat, akademisi, mahasiswa, media massa, hingga seluruh jajaran yang telah bekerja keras. Semua adalah bagian dari mesin besar yang menggerakkan pertanian NTT,” pungkasnya.

Penutup
Gerakan tanam serentak ini ibarat pesawat tempur yang sudah melayang di udara: kokoh, terarah, dan siap menjaga ruang ketahanan pangan NTT. Agar pesawat ini tidak kehilangan ketinggian, diperlukan bahan bakar berupa dukungan berkelanjutan—mulai dari kebijakan yang berpihak pada petani, riset akademik yang aplikatif, hingga partisipasi aktif masyarakat. Dengan fondasi yang kuat, NTT bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga terbang lebih tinggi sebagai lumbung pangan yang memberi energi bagi Indonesia.

Pos terkait