Seperti pesawat tempur yang melesat dari landasan pacu dengan kecepatan penuh, Gerakan Tanam Padi Serentak di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, menjadi simbol lepas landasnya ketahanan pangan Nusa Tenggara Timur menuju kemandirian yang berkelanjutan.
KUPANG TIMUR, NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada acara Gerakan Tanam Padi Serentak di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Senin (17/2).
Dalam pidatonya, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena. “Kita semua menyaksikan bagaimana kerja bersama dalam beberapa tahun terakhir membawa perubahan nyata bagi pertanian di NTT,” ujarnya.
Provinsi NTT, lanjutnya, berhasil meraih penghargaan Penghasil Pangan Strategis dari pemerintah pusat dan masuk dalam lima besar provinsi terbaik di bidang pertanian dan pangan. Ia menekankan bahwa para petani adalah “pahlawan tanpa tanda jasa” yang layak mendapat dukungan penuh.
Gubernur juga menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional dan menargetkan produksi 100.000 ton beras, yang disebutnya sebagai langkah luar biasa. “Pertanian adalah pengungkit ekonomi sekaligus senjata melawan stunting dan kemiskinan,” tegasnya.
