Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menjelaskan bahwa perbaikan kinerja keuangan ini merupakan buah dari proses transformasi menyeluruh yang sedang digulirkan di internal perusahaan.
“Intinya kami terus melakukan pembenahan internal. Mulai dari penguatan budaya kerja, perbaikan tata kelola perusahaan, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan, hingga memperkuat disiplin kerja,” ujar Charlie saat dihubungi awak media pada Senin malam, 27 Juli 2026.
Selain melakukan penataan anggaran guna menghindari pemborosan, Bank NTT juga secara agresif memperluas ekspansi bisnis, salah satunya dengan menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat sektor ekonomi riil di NTT.
Pembenahan juga menyasar manajemen sumber daya manusia dan mitigasi risiko. Penempatan pejabat di lingkungan Bank NTT kini mengedepankan transparansi berbasis rekam jejak, kompetensi, dan profesionalisme demi membangun organisasi yang bersih dan akuntabel.
“Pada saat yang sama, kami juga terus melakukan penanganan dan penyelesaian kredit-kredit bermasalah agar kualitas aset semakin baik,” tambah Charlie.
Rangkaian strategi tersebut menjadi fondasi bagi Bank NTT untuk bertransformasi menjadi bank daerah yang sehat, kuat, dan berdaya saing, selaras dengan semboyan baru perseroan: Bersama Menuju Puncak.





